Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Seminar FORTEI Jatim di UMM Bahas AI, Green Technology, dan SDM

Iklan Landscape Smamda
Seminar FORTEI Jatim di UMM Bahas AI, Green Technology, dan SDM
pwmu.co -

Perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof Dr Fauzan, M.Pd., dalam Seminar Nasional dan Musyawarah Wilayah (Muswil) Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia (FORTEI) Regional VII Jawa Timur di GKB 4 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) lantai 9, Kamis (27/8/2026).

Kegiatan itu diikuti ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Timur. Seminar membahas transformasi pendidikan teknik elektro melalui pemanfaatan AI dan green technology, sekaligus menjadi forum untuk menentukan arah pengembangan FORTEI Regional VII Jawa Timur.

Fauzan menilai kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas manusia sebagai pengguna teknologi.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan teknis. Pembentukan karakter juga menjadi bagian penting agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

“Problem kita bukan pada teknologinya, tetapi pada sumber daya manusia sebagai pengguna teknologi. Perguruan tinggi perlu memberikan ruang untuk membentuk karakter pengguna teknologi. Kemampuan tersebut menjadi semakin penting ketika AI berkembang dan digunakan dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Selain membahas perkembangan AI, Fauzan juga menyoroti pentingnya pemahaman terhadap green technology atau teknologi ramah lingkungan.

Menurutnya, penerapan teknologi ramah lingkungan tidak akan memberikan dampak optimal tanpa adanya perubahan pola pikir dan kesadaran bersama.

Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Green technology sebenarnya membutuhkan kesadaran secara kolektif. Itu harus dimulai dari mindset kita,” katanya.

Seminar dan Muswil FORTEI Regional VII Jawa Timur tersebut menjadi ruang pertemuan bagi berbagai perguruan tinggi untuk membahas perkembangan pendidikan teknik elektro di tengah perubahan teknologi yang semakin cepat.

Ketua FORTEI Regional VII Jawa Timur Dr Eng I Komang Somawirata, S.T., M.T., mengatakan Muswil menjadi momentum bagi program studi teknik elektro di Jawa Timur untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antarperguruan tinggi.

Melalui forum tersebut, anggota FORTEI dapat berbagi pengalaman dalam pengelolaan program studi sekaligus membahas pengembangan organisasi secara bersama.

SMPM 5 Pucang SBY

“Harapannya perguruan tinggi anggota FORTEI dapat saling membantu dalam mengembangkan pendidikan teknik elektro. Jejaring yang terbentuk melalui organisasi perlu dilanjutkan dalam bentuk kolaborasi yang konkret,” ujarnya.

Muswil FORTEI Regional VII sendiri digelar secara bergilir di perguruan tinggi yang menjadi anggota organisasi tersebut.

Forum itu menjadi sarana bagi program studi teknik elektro untuk memperkuat komunikasi, bertukar pengalaman, serta menyusun langkah bersama menghadapi perkembangan teknologi.

Dekan Fakultas Teknik UMM Prof Dr Ir Sulianto, M.T., mengatakan perguruan tinggi juga perlu memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan industri dalam membangun ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perubahan.

Menurutnya, seminar nasional tersebut diharapkan dapat melahirkan gagasan dan inovasi penelitian yang menjawab berbagai persoalan di bidang energi, telekomunikasi, sistem kendali, hingga teknologi informasi.

Sementara itu, hasil Muswil diharapkan dapat menghasilkan strategi organisasi yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan teknik elektro di Jawa Timur.

“Kita memiliki tanggung jawab menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif. Hasil musyawarah diharapkan tidak berhenti pada keputusan organisasi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program yang memberi dampak bagi pendidikan dan masyarakat,” ujarnya.

Pembahasan mengenai AI dan green technology dalam Seminar Nasional dan Muswil FORTEI Regional VII Jawa Timur menunjukkan bahwa pendidikan teknik elektro tidak hanya dituntut mengikuti perkembangan teknologi.

Perguruan tinggi juga memiliki tanggung jawab menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki karakter, kesadaran, serta kemampuan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab.

Hasil musyawarah dan kolaborasi antarkampus selanjutnya diharapkan dapat diwujudkan dalam program nyata yang mendorong pendidikan teknik elektro di Jawa Timur semakin adaptif, berdampak, dan berkelanjutan.

Revisi Oleh:
  • Satria - 28/08/2026 13:10
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu