SMP Muhammadiyah 25 Pondok Modern Paciran menggelar Tes Pemetaan Kelas bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi potensi dan karakter setiap siswa sebagai dasar dalam memberikan layanan pendidikan yang lebih optimal.
Tes pemetaan kelas tersebut bukan untuk membedakan ataupun mendiskriminasi kemampuan peserta didik, melainkan mengedepankan identifikasi keunikan serta potensi yang dimiliki setiap siswa.
Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Muhammadiyah 25 Pondok Modern Paciran, Azmi Nasrullah, menjelaskan bahwa hasil tes akan menjadi acuan bagi guru dalam merancang proses pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik.
“Tujuan awal pendidikan itu untuk membentuk karakter anak dan menjauhkan dari dekadensi moral, dengan tes ini, harapannya dapat memberikan kemudahan kami (guru) untuk mendidik dan memaksimalkan potensi pada setiap anak. Agar sesuai dengan visi kami, yaitu unggul dalam intelektual, berkarakter islami, dan berwawasan lingkungan,” ujarnya saat ditemui di Ruang Bimbingan Konseling.
Tes pemetaan kelas dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu Computer Based Test (CBT), tes membaca Al-Qur’an, dan tes psikologi.
Ketiga instrumen tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan akademik, kompetensi keagamaan, serta aspek psikologis peserta didik sehingga sekolah dapat memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.
Tes pemetaan kelas diikuti oleh 34 peserta didik baru kelas VII dan VIII.
Pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga lokasi, yaitu Laboratorium Komputer, Ruang Tes Tahfidz, dan Ruang Bimbingan Konseling SMP Muhammadiyah 25 Pondok Modern Paciran, Lamongan.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap proses pembelajaran pada tahun ajaran baru dapat berjalan lebih efektif sehingga potensi akademik, karakter Islami, serta kemampuan peserta didik dapat berkembang secara optimal.





0 Tanggapan
Empty Comments