SMP Muhammadiyah 1 Gresik menggelar kajian khusus tentang kaifiyah ibadah Kurban menjelang Hari Raya iduladha 1447 Hijriah. Kegiatan ini diikuti sebanyak 256 siswa di Masjid At-Taqwa Kompleks Perguruan Muhammadiyah Gresik pada Senin (25/5/2026).
Kajian tersebut menjadi bagian dari edukasi keagamaan untuk membekali siswa dengan pemahaman fikih Kurban sekaligus praktik penyembelihan hewan sesuai syariat Islam.
Hadir sebagai pemateri utama, Muhammad Harun, M.Pd. menyampaikan materi dengan gaya interaktif dan komunikatif sehingga suasana kajian berlangsung hidup dan penuh antusiasme.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Harun lebih dahulu menampilkan video fenomena penyembelihan hewan Kurban yang kerap terjadi di masyarakat saat pelaksanaan iduladha. Beberapa di antaranya seperti penggunaan pisau yang kurang tajam, ikatan hewan yang tidak sempurna sehingga membahayakan panitia, hingga tata cara menjadi Juleha (Juru Sembelih Halal) yang benar sesuai prinsip syariah.
Para siswa yang rata-rata berusia belasan tahun tampak menyimak dengan tertib dan khusyuk. Dalam sesi diskusi, masing-masing kelompok diajak memberikan pendapat terkait fenomena yang terjadi di masyarakat dan kemungkinan yang akan mereka hadapi saat kembali ke lingkungan masing-masing.
Selain membahas do and don’t dalam pelaksanaan iduladha, Ustadz Harun juga menjelaskan keutamaan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah, serta syarat hewan yang sah untuk Kurban.
Ia menerangkan secara rinci mengenai usia hewan, kondisi kesehatan, hingga fisik hewan yang tidak boleh cacat agar ibadah Kurban sesuai ketentuan syariat.
Menurutnya, pemahaman fikih Kurban penting ditanamkan sejak dini agar siswa tidak sekadar mengikuti tradisi, tetapi memahami dasar hukum dan nilai ibadahnya.
Tidak hanya teori, kegiatan tersebut juga dilengkapi praktik tata cara penyembelihan hewan Kurban sesuai sunnah dan syariat Islam. Praktik dilakukan menggunakan ayam yang telah disiapkan guru Spemutu Gresik.
Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan kaifiyah berKurban tersebut. Banyak di antara mereka yang ingin mencoba mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama kajian berlangsung.
Salah satu siswa kelas VII A, Zayba Naqiyya Azalia, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, penyampaian materi dan praktik langsung memberikan pemahaman baru tentang pelaksanaan iduladha yang tidak hanya memperhatikan syariat, tetapi juga adab dan nilai ibadah lainnya.
“Acaranya bagus sekali, selain materi disampaikan secara teori juga dilakukan praktik sehingga pengetahuan kami menjadi dobel pahamnya,” terangnya.
Hal senada juga disampaikan Hefa Yustia Fanani. Ia mendukung kegiatan pembelajaran praktik seperti ini dijadikan program rutin tahunan karena dinilai memberikan manfaat besar bagi siswa.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga menjelang waktu dhuhur tersebut membuat peserta tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Pembelajaran berbasis praktik dinilai menjadi pengalaman baru yang memperkaya wawasan keislaman siswa dalam memaknai iduladha 1447 Hijriah.





0 Tanggapan
Empty Comments