Peserta Perkemahan Ceria Pandu Athfal (CPA) ke-X Tahun 2026 memperoleh pembekalan mengenai Ideologi Kepanduan Hizbul Wathan dalam kegiatan yang diselenggarakan Kwartir Cabang (Kwarcab) Hizbul Wathan (HW) Laren di MI Muhammadiyah 4 Brangsi, Rabu (22/7/2026). Pembekalan tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keislaman, kepemimpinan, dan karakter sejak usia dini kepada para pandu Athfal.
Perkemahan Ceria Pandu Athfal merupakan agenda pembinaan kepanduan bagi pandu usia Athfal yang memadukan kegiatan kepramukaan, pendidikan karakter, serta penguatan nilai-nilai Islam. Melalui kegiatan ini, Kwarcab HW Laren berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berkemah, tetapi juga memahami jati diri Hizbul Wathan sebagai gerakan kepanduan Muhammadiyah.
Materi disampaikan oleh Bendahara Kwarcab HW Laren, Erna Nur Maslahah, S.Pd.I. Dalam suasana yang interaktif dan penuh semangat, peserta diajak mengenal sejarah, tujuan, serta nilai-nilai dasar Hizbul Wathan sebagai gerakan kepanduan yang membentuk pribadi beriman, berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.
Menurut Erna, menjadi seorang Pandu Hizbul Wathan bukan sekadar mengikuti kegiatan kepanduan, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
“Seorang Pandu Hizbul Wathan harus mampu membawa nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Di sekolah menjadi siswa yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab. Di rumah menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, rajin beribadah, serta ringan tangan membantu pekerjaan keluarga. Sementara di tengah masyarakat, seorang pandu harus menjadi pribadi yang peduli, santun, suka bergotong royong, menjaga kebersihan lingkungan, dan siap membantu sesama,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjadikan Janji Pandu dan Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak. Menurutnya, karakter yang kuat tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
Selama penyampaian materi, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan nilai-nilai Hizbul Wathan di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat. Interaksi tersebut menunjukkan tingginya semangat peserta untuk memahami makna kepanduan secara lebih mendalam.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai ideologi Hizbul Wathan, tetapi juga memotivasi para peserta agar mampu menjadi kader Muhammadiyah yang berintegritas, berjiwa pemimpin, dan memiliki kepedulian sosial.
Melalui pembekalan ideologi kepanduan ini, Kwarcab HW Laren berharap Perkemahan Ceria Pandu Athfal ke-X menjadi momentum pembinaan karakter yang mampu melahirkan generasi Pandu Hizbul Wathan yang religius, mandiri, disiplin, serta siap mengabdikan diri bagi Persyarikatan Muhammadiyah, umat, bangsa, dan negara.
Perkemahan Ceria Pandu Athfal ke-X juga menjadi bukti komitmen Hizbul Wathan dalam menghadirkan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu mengamalkan ajaran kepanduan dalam kehidupan sehari-hari serta tumbuh menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments