Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tiga Guru SD Muhammadiyah Manyar Ikuti Workshop Cambridge Centre ID 110 di Malang

Iklan Landscape Smamda
Tiga Guru SD Muhammadiyah Manyar Ikuti Workshop Cambridge Centre ID 110 di Malang
3 guru SDMM mengikuti Workshop. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Tiga guru SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) mengikuti Cambridge Centre ID 110 Professional Development Program bertema “From Empathy to Deep Learning in ICPs – Fostering HOTS through Problem-Based Learning and Dual-Layer Scaffolding” yang diselenggarakan pada (28–30/8/2026) di Ijen Suites Resort & Convention Malang.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Cambridge Centre ID 110 UPT Pengelola Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Malang (UM) ini diikuti oleh Syafa’atul Ilmiah, S.Pd. (English), Ita Muflikhatul Ummah, S.Pd. (Science), dan Reza Dwi Anistawati, S.Pd. (Math).

Workshop membekali peserta dengan strategi pengembangan Higher Order Thinking Skills (HOTS) melalui Problem-Based Learning (PBL) dan Dual-Layer Scaffolding, yaitu dukungan pembelajaran yang mengintegrasikan konten dan bahasa Inggris (Content-English). Peserta juga belajar merancang pembelajaran berbasis masalah melalui kerangka 4Cs: Content, Communication, Cognition, dan Culture, serta mempraktikkannya melalui sesi micro-teaching.

Dari Empati Menuju Deep Learning

Salah satu hal yang paling berkesan bagi Usth. Ita adalah pemahaman bahwa pembelajaran mendalam perlu diawali dengan empati dan pemahaman terhadap kondisi serta kebutuhan siswa.

“Konsep ini sangat relevan karena Math dan Science di kelas ICP menuntut pemahaman yang analitis dan aplikatif. Dengan PBL dan scaffolding yang tepat, siswa tidak hanya menghafal rumus atau teori, tetapi dilatih bernalar kritis untuk menyelesaikan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Ustazah Ita berencana menerapkan skenario pembelajaran berbasis masalah serta Dual-Layer Scaffolding secara lebih terstruktur di kelas, dengan memberikan dukungan emosional dan kognitif sesuai kebutuhan siswa.

SMPM 5 Pucang SBY

Sementara itu, Ustazah Ema Rohmah Hayati, S.Pd., selaku Penanggung Jawab ICP SDMM, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran ICP.

“Pembelajaran di ICP tidak hanya berfokus pada Cambridge objectives, kemampuan berbahasa Inggris, dan penguasaan materi, tetapi juga bagaimana guru memahami kebutuhan siswa dan menciptakan pengalaman belajar yang bermakna,” tuturnya.

Ia berharap hasil workshop dapat diterapkan dalam pembelajaran sehingga semakin student-centered, kontekstual, dan mendorong kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah.

Keikutsertaan tiga guru SDMM dalam workshop ini menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus mengembangkan profesionalisme pendidik dan menghadirkan pembelajaran berstandar internasional yang inovatif, humanis, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 30/08/2026 19:13
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu