Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Tim Robot Bawah Air UMG Tembus Final Kontes Kapal Indonesia 2026

Iklan Landscape Smamda
Tim Robot Bawah Air UMG Tembus Final Kontes Kapal Indonesia 2026
Tim Siti Busyro dari tim mahasiswa Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) (Agung Surianto/PWMU.CO)
pwmu.co -

Persaingan ketat mewarnai Kontes Kapal Indonesia (KKI) 2026. Dari 268 proposal yang diajukan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai daerah di Indonesia, hanya 38 tim yang berhasil lolos pada kategori Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV). Tim Siti Busyro dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menjadi salah satu di antaranya.

Capaian tersebut mengantarkan tim mahasiswa Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan, Fakultas Teknik UMG, ke babak final KKI ke-12 yang akan berlangsung di Politeknik Negeri Bengkalis, 13–17 September 2026.

KKI 2026 diselenggarakan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit. Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI. Tahun ini, kompetisi mengusung tema “Garda Maritim Nusantara: Inovasi Teknologi Kapal Coast Guard yang Tangguh, Responsif, dan Mandiri untuk Kedaulatan Bangsa.

Robot Bawah Air UMG Harus Menaklukkan Empat Misi

Tim Siti Busyro tidak sekadar membawa desain kapal ke arena kompetisi. Mereka akan menguji kemampuan sebuah prototipe ROV untuk menjalankan sejumlah misi di bawah air.

Pada babak final, robot harus mampu melakukan object identification and navigation dengan menyelam, menjaga kestabilan posisi, kemudian memindai QR code sebagai bagian dari proses navigasi.

Tantangan berikutnya adalah grabbing object/payload. Robot harus mengambil objek menggunakan gripper, kemudian memindahkannya ke lokasi yang telah ditentukan sesuai QR code.

Misi belum selesai. Robot juga harus melakukan surface docking pada sisi yang tepat dan menyelesaikan pelepasan payload secara autonomous maupun remotely.

Rangkaian misi tersebut menuntut kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan desain kapal, sistem kendali, mekanik, elektronika, pemrograman, navigasi, hingga pengoperasian robot bawah air.

Ketua Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan UMG, Ir. Hadi Suroso, M.Sc., mengatakan keberhasilan menembus final menjadi capaian yang membanggakan karena tim harus melewati beberapa tahapan seleksi.

“Alhamdulillah, dari 268 proposal yang masuk, Tim Siti Busyro berhasil menjadi salah satu dari 38 proposal yang lolos pada kategori ROV,” ujar Hadi.

Tim tersebut diketuai Rifqi Agus Hardianto (210605005), dengan anggota Muhammad Afif Ferdika (230605004), Jalis Adiyanto (240605003), dan Achmad Khuzein Alwi (250605003). Tim mendapat bimbingan dari Hadi Suroso.

Sebelum memastikan tiket final, mereka melewati seleksi proposal, pengerjaan desain dan prototipe, penilaian laporan kemajuan, serta evaluasi video.

Hadapi Kampus-Kampus Besar

Babak final KKI 2026 tidak akan menjadi arena yang mudah bagi Tim Siti Busyro. Mereka harus berhadapan dengan tim dari sejumlah perguruan tinggi besar di Indonesia.

SMPM 5 Pucang SBY

Dekan Fakultas Teknik UMG, Dr. Misbah, menyebut terdapat 18 perguruan tinggi negeri dan lima perguruan tinggi swasta yang akan menjadi kompetitor dalam babak final.

Beberapa di antaranya berasal dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), serta perguruan tinggi swasta seperti Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

“Kompetitor dalam babak final ini memang berat. Mohon doanya,” kata Misbah.

Menurutnya, keikutsertaan Tim Siti Busyro bukan hanya soal mengejar kemenangan. Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Teknik UMG memperkuat pengembangan teknologi robotika bawah air.

“Ini merupakan milestone penting dalam mewujudkan Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan UMG sebagai pusat pengembangan robotik bawah air,” ujarnya.

Bukan Sekadar Lomba, tetapi Uji Teknologi Maritim

KKI 2026 mempertandingkan dua kelompok utama, yakni kategori inovasi desain dan kategori prototipe.

Kategori inovasi desain meliputi Inovasi Desain & Konstruksi (IDK) serta Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan (ISPK). Sementara kategori prototipe mencakup Autonomous Surface Vessel (ASV), Engine Remote Control (ERC), Fuel Engine Remote Control (FERC), dan ROV.

Bagi Tim Siti Busyro, kategori ROV menjadi ruang untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menciptakan teknologi yang dapat bekerja di lingkungan bawah air.

Di tengah kebutuhan Indonesia memperkuat teknologi maritim, kemampuan mengembangkan robot bawah air memiliki relevansi yang lebih luas daripada sekadar kompetisi mahasiswa. Teknologi semacam ini dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan inspeksi bawah air, pemantauan wilayah perairan, penelitian kelautan, hingga berbagai kebutuhan keselamatan dan keamanan maritim.

Karena itu, keberhasilan Tim Siti Busyro menembus final KKI 2026 menjadi langkah penting bagi UMG untuk menunjukkan bahwa pengembangan teknologi perkapalan tidak berhenti pada desain kapal, tetapi juga bergerak menuju penguasaan sistem robotika dan teknologi bawah air.

Kini, tantangan berikutnya menunggu di Bengkalis. Setelah menyisihkan ratusan proposal pada tahap awal, Tim Siti Busyro harus membuktikan kemampuan prototipe mereka di arena final pada 13–17 September 2026.***

Revisi Oleh:
  • Notonegoro - 23/08/2026 13:05
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu