Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Wujud Toleransi dan Ukhuwah: KKN Mahasiswa STAIM Ponpes Karangasem Hadiri Majelis Sholawat Bersama Fatayat Desa Gampangsejati

Iklan Landscape Smamda
Wujud Toleransi dan Ukhuwah: KKN Mahasiswa STAIM Ponpes Karangasem Hadiri Majelis Sholawat Bersama Fatayat Desa Gampangsejati
Mahasiswa KKN STAI Muhammadiyah Ponpes Karangasem saat menghadiri acara majelis pembacaan kitab maulid dan Ratib al hadad di Desa Gampang sejati, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. (Eka Akmal Alauddin/PWMU.CO)
pwmu.co -

Perbedaan tradisi bukan menjadi penghalang untuk merawat ukhuwah islamiyah. Hal inilah yang ditunjukkan olah para mahasiswa KKN dari Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah (STAIM) Ponpes Karangasem Paciran Lamongan saat memenuhi undangan kegiatan keagamaan dari pimpinan anak cabang/ranting Fatayat NU di Desa Gampangsejati.

Kehadiran para mahasiswa Muhammadiyah dalam majelis pembacaan kitab Maulid dan Ratib Al-hadad tersebut menjadi simbol indahnya toleransi antarorganisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di tingkat akar rumput.

Merawat Kebersamaan di Atas Perbedaan

Sebagai mahasiswa yang menimba ilmu di lingkungan kampus Muhammadiyah, menghadiri majelis yang diisi dengan tradisi pembacaan maulid dan ratib mungkin merupakan pengalaman yang memiliki warna tersendiri. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat mereka untuk hadir menyambung tali silaturahmi.

“Perbedaan amaliyah adalah hal yang lumrah dan bagian dari khazanah umat Islam. Yang terpenting adalah bagaimana kita saling menghormati dan terus menjaga persaudaraan sesama Muslim,” ungkap salah satu perwakilan mahasiswa STAIM Ponpes Karangasem.

Suasana kehangatan begitu terasa sepanjang acara. Ibu-ibu fatayat desa Gampangsejati menyambut hangat kedatangan para mahasiswa, mencerminkan nilai-nilai kearifan lokak serta keterbukaan dalam beragama.

SMPM 5 Pucang SBY

Pesan silaturahmi dan toleransi kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa di tingkat masyarakat desa, kerukunan antara warga Muhammadiyah dan Nadlotul Ulama’ (NU) senantiasa terjaga dengan baik. Melalui ruang-ruang silaturahmi seperti ini, batas-batas perbedaan kelompok luluh oleh rasa saling menghargai.

Diharapkan, langkah kecil yang ditunjukkan oleh mahasiswa KKN STAIM Ponpes Karangasem dan Ibu-ibu Fatayat Desa Gampangsejati ini dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya dalam merawat toleransi, memupuk kebersamaan, dan memperkuat Ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat luas bahwa kebersamaan di atas perbedaan adalah kunci terciptanya kedamaian umat. (*)

Revisi Oleh:
  • Amanat Solikah - 01/08/2026 19:59
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu