Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Belum Mampu Berhaji? Ini 7 Amalan Berpahala Haji Menurut Ustaz Arif Saifudin

Iklan Landscape Smamda
Belum Mampu Berhaji? Ini 7 Amalan Berpahala Haji Menurut Ustaz Arif Saifudin
Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Kota Blitar yang digelar di Masjid At-Taqwa Kota Blitar, Ahad (5/7/2026).

Ada 7 amalan berpahala haji menjadi pesan utama yang disampaikan Ustaz Arif Saifudin, MA, dalam Kajian Ahad Pagi Muhammadiyah Kota Blitar di Masjid At-Taqwa, Ahad (5/7/2026).

Melalui kajian bertema Bukan Sekadar ke Tanah Suci, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah Kota Batu itu mengajak umat Islam yang belum mampu berhaji agar tidak berkecil hati, karena Allah SWT tetap membuka banyak pintu pahala yang keutamaannya menyerupai ibadah haji

Sejak pagi, masjid telah dipenuhi jamaah dari berbagai kalangan. Tidak sedikit yang datang bersama keluarga, mulai dari anak-anak, orang tua, hingga kakek dan nenek, menciptakan suasana hangat sekaligus menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat mengikuti pengajian rutin yang diselenggarakan setiap Ahad pertama dan keempat setiap bulan tersebut.

Ustaz Arif mengajak jamaah memahami bahwa hakikat ibadah haji bukan semata perjalanan menuju Makkah, melainkan perjalanan spiritual menuju ketakwaan dan kepatuhan kepada Allah SWT.

Dalam tausiyahnya, dia juga berbagi pengalaman selama bertugas sebagai petugas haji. Menurutnya, amanah tersebut harus dipandang sebagai bentuk pelayanan kepada tamu-tamu Allah, bukan sebagai jalan pintas agar dapat berhaji.

“Jangan sampai tujuan utamanya adalah nebeng berhaji. Tugas utama petugas haji adalah melayani tamu-tamu Allah. Jika kemudian diberi kesempatan menunaikan ibadah haji, itu adalah bonus dari Allah,” ujarnya.

Ustaz Arif menegaskan, ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan kesiapan lahir maupun batin, termasuk kemampuan finansial. Karena itu, Allah Swt. hanya mewajibkan haji kepada mereka yang benar-benar mampu.

“Islam adalah agama yang penuh kemudahan dan tidak pernah membebani seseorang di luar batas kemampuannya,” katanya.

Sebagai ilustrasi, ia menjelaskan bahwa dalam shalat, berdiri merupakan rukun bagi orang yang mampu. Namun ketika seseorang sakit, syariat memberikan keringanan untuk salat sambil duduk, berbaring, bahkan telentang. Begitu pula dengan puasa yang dapat diqadha atau diganti dengan fidyah sesuai ketentuan fikih apabila terdapat uzur syar’i.

“Begitu pula ibadah haji. Allah hanya mewajibkan haji bagi yang mampu. Jadi, jangan pernah merasa berdosa hanya karena belum memiliki kemampuan berhaji,” jelasnya.

Tujuh Amalan Berpahala Haji

Bagian yang paling menarik perhatian jamaah adalah ketika Ustaz Arif menguraikan sejumlah amalan yang dalam hadis Rasulullah saw memiliki keutamaan pahala seperti ibadah haji.

“Allah SWT memberikan banyak kesempatan kepada hamba-Nya untuk meraih pahala besar melalui berbagai amal saleh, meskipun belum memiliki kesempatan berangkat ke Tanah Suci,” terang dia.

SMPM 5 Pucang SBY

Tujuh amalan tersebut meliputi menjaga salat lima waktu berjamaah di masjid,  melaksanakan salat sunah isyraq setelah berzikir hingga matahari terbit, menghadiri majelis ilmu, membaca tasbih, tahmid, dan takbir setelah salat, menunaikan umrah pada bulan Ramadan, berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain), dan  memiliki tekad dan niat yang sungguh-sungguh untuk menunaikan ibadah haji.

Meski demikian, Ustaz Arif menegaskan bahwa amalan-amalan tersebut bukan pengganti kewajiban haji bagi orang yang telah memenuhi syarat mampu.

“Keutamaannya adalah pahala yang Allah berikan sebagai bentuk kasih sayang kepada hamba-Nya yang belum memperoleh kesempatan menunaikan rukun Islam kelima,” papar Ustaz .

Majelis Ilmu, Raudhah bagi yang Belum ke Madinah

Menjelang akhir kajian, Ustaz Arif menyampaikan pesan yang menyentuh hati para jamaah. Ia mengisahkan tentang Raudhah di Masjid Nabawi, yakni tempat yang berada di antara rumah Rasulullah saw dan mimbar beliau yang disebut sebagai taman di antara taman-taman surga.

Namun, menurutnya, bagi umat Islam yang belum berkesempatan mengunjungi Madinah, Allah juga menyediakan jalan kemuliaan yang dapat ditempuh setiap saat.

“Apakah ada tempat yang nilainya seperti Raudhah bagi mereka yang belum berhaji? Ada, yaitu majelis ilmu,” ungkapnya.

Dia a kemudian mengutip hadis Rasulullah saw  yang diriwayatkan Imam Muslim: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”

Pesan tersebut menjadi peneguh bagi seluruh jamaah bahwa setiap langkah menuju majelis ilmu adalah perjalanan yang dimuliakan Allah dan menjadi salah satu jalan menuju surga.

Kajian Ahad Pagi kemudian ditutup dengan doa bersama. Seluruh jamaah memohon agar Allah Swt. memberikan keberkahan atas ilmu yang diperoleh, meneguhkan keistikamahan dalam beribadah, serta mengaruniakan kesempatan kepada setiap muslim untuk suatu hari memenuhi panggilan-Nya menunaikan ibadah haji.

Hari itu, para jamaah tidak hanya pulang membawa catatan kajian, tetapi juga membawa harapan baru. Bahwa meskipun belum mampu menginjakkan kaki di Tanah Suci, pintu-pintu pahala tetap terbuka lebar bagi siapa pun yang terus mendekatkan diri kepada Allah melalui amal saleh, bakti kepada orang tua, dan kesungguhan menuntut ilmu. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 05/07/2026 16:37
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu