Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hidup Sederhana Bukan Berarti Miskin, tetapi Tetap Setia kepada Allah dalam Nikmat dan Kesulitan

Iklan Landscape Smamda
Hidup Sederhana Bukan Berarti Miskin, tetapi Tetap Setia kepada Allah dalam Nikmat dan Kesulitan
Ilustrasi: OpenAI

Teladan Rasulullah dalam Kesederhanaan

Ustaz Yasri juga menguraikan hadis Abu Hurairah RA tentang doa Rasulullah agar rezeki keluarga Muhammad SAW diberikan sekadar memenuhi kebutuhan.

Doa tersebut menunjukkan gambaran kehidupan Rasulullah yang tidak menjadikan penumpukan harta sebagai tujuan.

Namun, Ustaz Yasri menekankan bahwa umat Islam tidak harus meniru seluruh kondisi kehidupan Rasulullah secara persis. Yang perlu ditangkap adalah kesadarannya.

“Rasulullah mengetahui bahwa dunia bukan tujuan akhir. Karena itu, ketika memperoleh sesuatu, beliau tidak menjadikannya sebagai ukuran kemuliaan diri,” papar dia.

Sebaliknya, yang menjadi tujuan adalah kecintaan kepada Allah dan keselamatan dunia-akhirat.

Pada akhirnya, kajian tersebut mengajak jemaah memahami kesederhanaan sebagai sebuah sikap batin.

Seseorang dapat memiliki harta banyak tetapi tetap sederhana jika hartanya tidak menguasai hatinya.

Sebaliknya, seseorang bisa saja hidup dalam kekurangan tetapi tidak sederhana jika seluruh pikirannya hanya dipenuhi ambisi mengejar dunia.

SMPM 5 Pucang SBY

Kesederhanaan adalah ketika manusia mampu menempatkan dunia pada tempatnya. Saat memperoleh nikmat, ia bersyukur dan semakin taat. Saat menghadapi kesulitan, ia bersabar dan tidak meninggalkan Allah.

Saat memperoleh kekayaan, ia berbagi. Saat mendapatkan jabatan, ia mengabdi. Saat merasakan kemudahan, ia mengingat bahwa semua itu adalah amanah.

Dan ketika menghadapi kesulitan, ia tidak buru-buru menuduh Allah sedang meninggalkannya. Sebab, bisa jadi di balik kesulitan itu terdapat pelajaran yang sedang mengangkat derajatnya.

Dalam kerangka itulah, hidup sederhana menjadi lebih dari sekadar gaya hidup. Ia menjadi cara seorang Muslim menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Nikmat tidak membuat lupa. Kesulitan tidak membuat berpaling. Kekayaan tidak membuat sombong. Kekurangan tidak membuat putus asa.

Itulah kesederhanaan yang sesungguhnya: tetap setia kepada Allah dalam keadaan apa pun. (*)

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu