Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Hukum Berjilbab dalam Islam: Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Penjelasan Ulama

Iklan Landscape Smamda
Hukum Berjilbab dalam Islam: Dalil Al-Qur’an, Hadis, dan Penjelasan Ulama
Foto: Ist
Oleh : Dr. Ajang Kusmana Staf Pengajar AIK UMM

Perintah berjilbab dalam syariat Islam adalah wajib bagi setiap wanita muslim yang sudah baligh untuk menutup aurat, dengan dasar utama dari Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 59.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzaab : 59).

Dalam ayat ini terdapat perintah kepada semua wanita yang beriman untuk mengenakan dan mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Terkait ayat tersebut, Ummu Salamah radliyallaahu ‘anhaa menceritakan:

لَمَّا نَزَلَتْ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ خَرَجَ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ كَأَنَّ عَلَى رُءُوسِهِنَّ الْغِرْبَانَ مِنَ الْأَكْسِيَةِ

“Ketika turun ayat ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’ (QS. Al-Ahzaab : 59), maka keluarlah wanita-wanita Anshar (dari rumah mereka) dimana seakan-akan di atas kepala mereka terdapat burung gagak dari pakaian (warna hitam) yang mereka kenakan.” (Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 3581; shahih).

Abu ‘Abdillah Al-Qurthubiy rahimahumallah menjelaskan:

قوله تعالى: (من جلابيبهن) الجلابيب جمع جلباب، وهو ثوب أكبر من الخمار. وروى عن ابن عباس وأبن مسعود أنه الرداء. وقد قيل: إنه القناع. والصحيح أنه الثوب الذي يستر جميع البدن. وفي صحيح مسلم عن أم عطية: قلت: يا رسول الله إحدانا لا يكون لها جلباب ؟ قال: (لتلبسها أختها من جلبابها).

“Tentang firman Allah ta’ala : ‘dari jilbab-jilbabnya’. Jalaabiib adalah jamak dari kata jilbab, yaitu pakaian yang lebih besar daripada khimaar (kerudung). Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbaas dan Ibnu Mas’uud bahwa yang dimaksudkan dengan jilbab adalah ridaa’ (kain yang dipakai di atas pakaian, semacam jubah atau mantel).”

Jilbab adalah jenis pakaian yang digunakan untuk menutupi aurat wanita. Ia dikenakan bersama pakaian yang lain sehingga dapat benar-benar menutupi aurat secara sempurna.

Firman Allah SWT dalam Surat Al-Ahzaab ayat 59 jelas memuat perintah mengulurkan jilbab ke seluruh tubuh. Nabi Muhammad saw bersabda:

احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ

SMPM 5 Pucang SBY

“Jagalah auratmu kecuali pada istri atau budak yang engkau miliki.” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy no. 2769 & 2794)

Maksud dari jagalah auratmu adalah tutupilah auratmu.

Apa batasan aurat yang wajib ditutup bagi wanita? Para ulama berbeda pendapat. Akan tetapi mereka tidak keluar dari batasan wajibnya menutup anggota badan selain wajah dan telapak tangan. Dalilnya:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ، فَأَعْرَضَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَقَالَ: ” يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا، وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ ”

Dari ‘Aaisyah radliyallaahu ‘anhaa : Bahwasannya Asmaa’ bintu Abi Bakr pernah menemui Rasulullah saw dengan mengenakan pakaian yang tipis. Maka Rasulullah saw pun berpaling darinya dan bersabda : ‘Wahai Asmaa’, sesungguhnya apabila seorang wanita telah haidl (baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya kecuali ini dan ini. Beliau saw berisyarat menunjuk wajahnya dan kedua telapak tangannya.” (Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 4104, dan ia berkata : ‘Mursal’. Begitu juga dikatakan oleh Abu Haatim Ar-Raaziy. Al-Albaaniy rahimahumullah menghasankannya dalam Shahiih At-Targhiib wat-Tarhiib no. 2045].

Allah SWT berfirman:

وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلا مَا ظَهَرَ مِنْهَا

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.” (QS. An-Nuur : 31).

حَدَّثَنَا زِيَادُ بْنُ الرَّبِيعِ، عَنْ صَالِحٍ الدَّهَّانِ، عَنْ جَابِرِ بْنِ زَيْدٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ قَالَ: ” الْكَفُّ وَرُقْعَةُ الْوَجْهِ ”

Telah menceritakan kepada kami Ziyaad bin Ar-Rabii’, dari Shaalih Ad-Dahhaan, dari Jaabir bin Zaid, dari Ibnu ‘Abbaas tentang firman Allah SWT : ‘Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, (kecuali yang (biasa) nampak daripadanya) (QS. An-Nuur : 31)’, ia berkata : “Telapak tangan dan area wajah.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 3/383 no. 17165). (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 23/07/2026 18:01
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu