SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW melalui kegiatan Religion Day yang digelar pada Kamis (15/1/2026), bertempat di Masjid Taqwa Spemdalas.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan pemahaman kepada siswa bahwa salat merupakan fondasi utama dalam membangun kesuksesan hidup.
Kegiatan tersebut menghadirkan Guru Tahfidz Smamio, Ustadz Hogi Caesar Budianto, S.Pd., sebagai pemateri. Dalam kajiannya yang bertajuk “Kunci Kesuksesanku adalah Shalat”.
Ustadz Hogi mengajak siswa memahami Isra Mikraj sebagai peristiwa spiritual yang sarat dengan pesan penguatan iman dan ketenangan jiwa.
Kajian diawali dengan pembacaan firman Allah SWT dalam QS. Al-Isra’ ayat 1:
> سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Mahasuci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Ustadz Hogi menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj terjadi pada masa Aamul Huzn (tahun kesedihan), yakni saat Rasulullah SAW kehilangan dua sosok penting dalam hidup dan dakwahnya, yaitu Sayyidah Khadijah radhiyallahu ‘anha dan Abu Thalib.
“Di tengah kesedihan mendalam itulah Allah menghibur Rasulullah SAW dengan perjalanan spiritual yang agung serta menghadiahkan shalat kepada umat Islam,” ungkapnya.
Materi dilanjutkan dengan penjelasan alur perjalanan Isra, dimulai dari Masjidil Haram, proses pembersihan dada Rasulullah SAW oleh Malaikat Jibril, hingga perjalanan menggunakan Buraq yang singgah di beberapa tempat bersejarah sebelum tiba di Masjidil Aqsha.
Di sana, Rasulullah SAW memimpin salat para nabi dan rasul terdahulu sebagai simbol kepemimpinan spiritual.
Perjalanan Mikraj kemudian membawa Rasulullah SAW naik menembus lapisan-lapisan langit hingga Sidratul Muntaha.
Pada peristiwa inilah Rasulullah SAW menerima perintah shalat, yang semula berjumlah 50 waktu dan kemudian diringankan menjadi 5 waktu dengan pahala tetap 50. Menurut Ustadz Hogi, hal ini menunjukkan betapa istimewanya salat dalam Islam.
Dalam kajiannya, Ustadz Hogi menegaskan bahwa salat memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kesuksesan siswa. Hal ini ditegaskan Allah dalam QS. Al-‘Ankabut ayat 45:
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar.”
Selain itu, salat juga menjadi penolong dalam menghadapi berbagai kesulitan hidup, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 45:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.”
Ustadz Hogi menambahkan bahwa keberuntungan dan kesuksesan sejati hanya dapat diraih oleh orang-orang yang menjaga kekhusyukan salatnya, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Mu’minun ayat 1–2:
قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang khusyuk dalam shalatnya.”
Lebih jauh, salat juga menjadi sarana terbaik untuk meraih ketenangan jiwa. Hal ini ditegaskan dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
Menutup kajian, Ustadz Hogi menyampaikan pesan kepada para siswa agar tidak meremehkan salat, senantiasa berbakti kepada orang tua, terus belajar dan mengembangkan potensi diri, serta memprioritaskan untuk menolong agama Allah.
Menurutnya, kesuksesan siswa tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi dari kekuatan iman dan kedekatan kepada Allah SWT.
Melalui kegiatan Religion Day Isra Mikraj ini, Spemdalas Gresik meneguhkan komitmennya dalam membina generasi muda yang unggul secara spiritual, berkarakter kuat, dan siap meraih kesuksesan dunia serta akhirat.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments