Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo kembali menyelenggarakan Kajian Warga Muhammadiyah yang berlangsung di Masjid Salman Al Farisi, Ahad (14/6/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan dan pengurus Muhammadiyah dari berbagai tingkatan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemahaman keislaman dan gerakan dakwah persyarikatan.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Muchamad Arifin, hadir sebagai narasumber dengan tema “Hijrah: Konsistensi dalam Ketaatan.”
Dalam pemaparannya, Arifin mengajak jamaah untuk memaknai hijrah tidak hanya sebagai peristiwa sejarah yang dialami Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai proses perubahan sosial yang harus terus dihadirkan dalam kehidupan umat Islam.
“Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat sebagaimana yang terjadi pada masa Rasulullah. Dalam konteks kehidupan saat ini, hijrah adalah perubahan dari perilaku yang tidak sesuai dengan ajaran Islam menuju kehidupan yang lebih taat dan lebih baik,” ujarnya.
Menurut Arifin, makna hijrah dapat ditemukan dalam berbagai aktivitas dakwah yang dilakukan Muhammadiyah melalui para Dai Komunitas yang mendampingi kelompok-kelompok masyarakat marginal, komunitas rentan, hingga masyarakat di wilayah terpencil.
Ia mencontohkan bagaimana para dai komunitas hadir di tengah masyarakat yang sebelumnya jauh dari nilai-nilai keislaman, kemudian secara perlahan mengalami perubahan perilaku, pola pikir, dan kebiasaan hidup yang lebih Islami.
“Kami memaknai hijrah sebagai perubahan nyata. Ketika seseorang yang sebelumnya jauh dari masjid kemudian rajin beribadah, ketika sebuah komunitas yang sebelumnya kurang memahami ajaran Islam kemudian tumbuh menjadi lebih baik, di situlah hijrah sedang berlangsung,” jelasnya.
Arifin juga menyoroti kiprah para dai Muhammadiyah yang bertugas di berbagai daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, pendampingan yang dilakukan kepada para mualaf tidak hanya berorientasi pada penguatan akidah, tetapi juga membangun kehidupan sosial yang lebih baik dan berdaya.
“Para dai Muhammadiyah hadir membersamai masyarakat dan para mualaf dalam proses perubahan. Dakwah bukan hanya menyampaikan ceramah, tetapi juga mendampingi, memberdayakan, dan menghadirkan solusi bagi kehidupan mereka,” katanya.
Selain membahas hijrah dalam kehidupan sosial, Arifin turut mengingatkan pentingnya hijrah di era digital. Ia menilai media sosial telah menjadi ruang baru yang sangat memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat.
“Kita juga perlu berhijrah dalam bermedia sosial. Apa yang kita lihat setiap hari akan membentuk cara berpikir dan cara hidup kita. Karena itu, umat Islam harus selektif dan bijak dalam memilih informasi serta konten yang dikonsumsi agar tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islam,” tegasnya.
Kajian berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta. Melalui tema yang diangkat, PCM Mulyorejo berharap semangat hijrah tidak hanya dipahami sebagai konsep keagamaan, tetapi diwujudkan dalam perubahan nyata yang membawa manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments