Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

KKN Umsura Hadirkan PresBot, Bantu Warga Wedoro Kelola Sampah Plastik

Iklan Landscape Smamda
KKN Umsura Hadirkan PresBot, Bantu Warga Wedoro Kelola Sampah Plastik
Peresmian PRESBOT di Desa Wedoro: Inovasi KKN UMSURA Kelompok 24 untuk Pengelolaan Sampah Plastik (Hammi Nikma Rabbina/PWMU.CO)
pwmu.co -

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 24 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menghadirkan inovasi PresBot (Pres Botol Plastik Manual) sebagai solusi sederhana untuk membantu masyarakat mengurangi volume sampah plastik di Desa Wedoro. Teknologi tepat guna tersebut diresmikan pada Jumat (17/7/2026) di balai desa setempat sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

Peresmian PresBot dihadiri Sekretaris Desa Wedoro Indri, jajaran kepala dusun, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kehadiran berbagai unsur masyarakat menunjukkan dukungan terhadap upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna yang digagas mahasiswa KKN Umsura.

Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Desa Wedoro, Indri. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi inovasi yang dihadirkan mahasiswa karena dinilai mampu menjawab persoalan sampah plastik di tingkat desa.

“Kami mengapresiasi inovasi yang dihadirkan oleh mahasiswa KKN Umsura Kelompok 24. PresBot merupakan solusi sederhana yang memberikan manfaat dalam membantu masyarakat mengurangi volume sampah botol plastik. Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan dikembangkan oleh masyarakat di setiap dusun di Desa Wedoro,” ujarnya.

Alat Sederhana untuk Mengurangi Volume Sampah

PresBot merupakan alat pemadat botol plastik yang dioperasikan secara manual tanpa menggunakan listrik. Dengan alat tersebut, botol plastik dapat dipadatkan sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih sedikit. Kondisi ini memudahkan proses pengumpulan, penyimpanan, hingga pengangkutan sampah sebelum dijual kepada pengepul atau didaur ulang.

Berbeda dengan sekadar menyerahkan alat, mahasiswa KKN Kelompok 24 juga melibatkan masyarakat dalam proses pembuatan PresBot. Warga diajak bergotong royong mulai dari tahap perakitan hingga mempelajari cara mengoperasikan alat tersebut.

Pendekatan tersebut dilakukan agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu membuat PresBot secara mandiri apabila diperlukan di kemudian hari.

Ketua KKN Kelompok 24 Umsura, Iqbal menjelaskan bahwa transfer pengetahuan menjadi bagian penting dalam program tersebut.

“Kami tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga membagikan proses pembuatannya agar masyarakat memiliki keterampilan untuk mereplikasi PresBot secara mandiri. Harapannya, alat ini dapat diperbanyak sesuai kebutuhan masing-masing dusun,” ujarnya.

Warga Antusias Mencoba PresBot

Usai peresmian, mahasiswa memberikan demonstrasi penggunaan PresBot kepada warga. Masyarakat diperlihatkan cara memasukkan botol plastik ke dalam alat, proses pemadatan, hingga hasil akhir yang membuat botol lebih ringkas.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain itu, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.

Antusiasme masyarakat terlihat saat mengikuti demonstrasi. Sejumlah warga mencoba mengoperasikan PresBot secara langsung dan berdiskusi dengan mahasiswa mengenai kemungkinan penerapan alat tersebut di lingkungan masing-masing.

Dukung Digitalisasi UMKM dan Desa

Selain menghadirkan PresBot, mahasiswa KKN Kelompok 24 juga mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat.

Mahasiswa membantu pembuatan titik lokasi Google Maps agar fasilitas desa maupun potensi lokal lebih mudah ditemukan masyarakat. Mereka juga mengenalkan berbagai pemanfaatan teknologi digital yang dapat mendukung pelayanan dan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Menurut Amanda, Koordinator PDD KKN Kelompok 24, pengembangan teknologi tepat guna dan digitalisasi merupakan dua pendekatan yang saling melengkapi dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

Melalui program tersebut, mahasiswa berharap masyarakat Desa Wedoro semakin mandiri dalam mengelola sampah plastik sekaligus memiliki kemampuan untuk mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan. Dengan semangat gotong royong, PresBot diharapkan tidak hanya dimanfaatkan di satu lokasi, tetapi dapat direplikasi di setiap dusun sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Desa Wedoro. (*)

Revisi Oleh:
  • Tanwirul Huda - 18/07/2026 13:39
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu