Lomba menata buku, melipat kain, hingga mengelompokkan potongan kertas berdasarkan bentuk bukan sekadar permainan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SD Muhammadiyah 16 Surabaya atau Sekolah Kreatif Baratajaya.
Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari proses pemetaan kemampuan motorik peserta didik baru sebagai bekal guru dalam memberikan pendampingan belajar yang sesuai dengan karakteristik setiap anak.
Kegiatan tersebut berlangsung pada hari kelima MPLS, Jumat (17/7/2026). Sejak pagi, suasana sekolah dipenuhi keceriaan. Peserta didik kelas I datang dengan tertib, mengikuti opening class, kemudian bersiap menjalani berbagai aktivitas pengenalan lingkungan sekolah yang dikemas secara interaktif.
Berbeda dengan kegiatan MPLS pada umumnya, Sekolah Kreatif Baratajaya menghadirkan sejumlah lomba edukatif yang dirancang untuk mengembangkan sekaligus mengamati kemampuan dasar peserta didik. Lomba tersebut meliputi menata buku, melipat kain, mengelompokkan potongan kertas berdasarkan bentuk, hingga touring atau jelajah lingkungan sekolah.
Guru Kelas I SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Andriyanti Dwi Utami, S.Pd., mengatakan seluruh peserta didik menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal kegiatan hingga seluruh rangkaian MPLS hari kelima berakhir.
“Hari ini anak-anak sangat ceria mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga menjelajahi lingkungan sekolah mulai dari ruang kelas di lantai dua dan tiga, perpustakaan, hingga mengenal layanan front office. Semua kegiatan ini membantu mereka semakin akrab dengan lingkungan belajar yang baru,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus mengenal berbagai fasilitas sekolah. Pendekatan ini menjadi bagian dari konsep Sekolah Kreatif yang mengedepankan pengalaman belajar secara langsung melalui aktivitas yang dekat dengan dunia anak.
Lomba Jadi Sarana Pemetaan Motorik
Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ida Afifah, S.Pd., menjelaskan bahwa setiap lomba yang diberikan memiliki tujuan edukatif sekaligus menjadi instrumen untuk memvalidasi hasil pemetaan motorik peserta didik yang telah dilakukan saat proses penerimaan murid baru.
Menurutnya, pengamatan langsung selama kegiatan berlangsung memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kemampuan setiap anak.
“Selain melatih konsentrasi, kecepatan, ketangkasan, dan kerja sama, lomba-lomba ini juga menjadi sarana memvalidasi hasil tes motorik yang telah dilakukan saat pemetaan awal. Dari sini guru dapat melihat secara langsung kemampuan motorik setiap siswa sehingga memiliki gambaran yang lebih lengkap dalam mendampingi proses belajar mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pengamatan tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
“Setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, guru perlu mengenali potensi mereka sejak awal agar proses pembelajaran benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan setiap anak,” tambahnya.
Adaptasi Berlangsung Cepat
Kemeriahan MPLS juga dirasakan para wali kelas yang mendampingi peserta didik sejak hari pertama. Guru Kelas I, Dina Puji Lestari, S.Pd., mengaku bersyukur melihat proses adaptasi siswa berlangsung sangat baik.
Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan membuat peserta didik lebih mudah mengenal teman, guru, maupun lingkungan sekolah.
“Alhamdulillah, anak-anak kelas satu sangat cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Mereka menikmati seluruh rangkaian MPLS. Dari lomba hari ini terlihat jelas senyum dan tawa mereka. Semua tampak percaya diri, ceria, dan bersemangat mengikuti setiap tantangan yang diberikan,” ungkapnya.
Ia berharap pengalaman positif selama MPLS menjadi bekal awal bagi peserta didik untuk mengikuti proses pembelajaran dengan penuh semangat pada tahun ajaran baru.
Melalui berbagai aktivitas yang dirancang secara kreatif dan ramah anak, SD Muhammadiyah 16 Surabaya berupaya menjadikan MPLS tidak hanya sebagai masa pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga momentum mengenali potensi peserta didik sejak dini. Hasil pemetaan tersebut diharapkan membantu guru memberikan pendampingan belajar yang lebih tepat sehingga setiap anak dapat berkembang sesuai bakat, kemampuan, dan karakteristiknya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments