Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 155 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengajak santri Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil mengenal dunia perkuliahan sekaligus memperkuat nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Kegiatan bertajuk Malam Inspirasi Santri: Penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan serta Motivasi Melanjutkan Pendidikan tersebut berlangsung di Aula Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau, Kamis (27/8/2026) malam.
Mengusung tema “Berilmu, Berakhlak, dan Menggapai Masa Depan”, kegiatan diikuti seluruh santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil. Kegiatan ini memadukan penguatan nilai keislaman, wawasan Kemuhammadiyahan, serta motivasi agar santri memiliki gambaran mengenai pendidikan setelah menyelesaikan jenjang pesantren.
Perkuat Al-Islam dan Kemuhammadiyahan
Salah satu sesi utama diisi materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan yang disampaikan Dedi Erwan, S.E., perwakilan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mandau.
Tidak hanya menyimak pemaparan materi, para santri juga terlibat dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Mereka dibagi menjadi enam kelompok untuk membahas materi yang diberikan, kemudian mempresentasikan hasil diskusinya di hadapan peserta lainnya.
Rangkaian tersebut diselingi ice breaking sehingga suasana kegiatan tetap interaktif. Pendekatan ini memberikan ruang kepada santri untuk menyampaikan pendapat sekaligus memahami materi melalui proses diskusi bersama.
Penguatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi bagian penting dalam kegiatan karena pembentukan karakter santri tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan, tetapi juga penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Buka Wawasan tentang Dunia Perkuliahan
Memasuki sesi berikutnya, mahasiswa KKN Kelompok 155 UMRI, Yesy Maharani, menyampaikan materi “Mengenal Dunia Perkuliahan”.
Dalam sesi tersebut, Yesy berbagi pengalaman mengenai kehidupan mahasiswa dan memberikan gambaran kepada santri tentang dunia perkuliahan. Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan sekaligus mengembangkan potensi diri.
“Saya ingin santri-santri di sini tahu bahwa kuliah itu bukan hal yang menakutkan, justru bisa jadi jalan untuk mengembangkan diri dan meraih cita-cita,” ujarnya.
Materi kemudian dilanjutkan dengan sesi sharing dan tanya jawab. Para santri mendapat kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan mengenai kehidupan di perguruan tinggi, mulai dari pengalaman menjadi mahasiswa hingga gambaran aktivitas selama menempuh pendidikan.
Sesi tersebut juga dilengkapi permainan yang membuat interaksi antara mahasiswa KKN dan santri berlangsung lebih cair. Pengenalan dunia perkuliahan menjadi salah satu bagian dari kegiatan yang memberikan wawasan kepada santri mengenai pilihan pendidikan setelah lulus dari pesantren.
Ditutup dengan Muhasabah
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi dan muhasabah bertema “Satu Mimpi Setelah Lulus” yang disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil, Ustaz Muhammad Silmi Kaffah, S.Pd.
Melalui sesi tersebut, para santri diajak merenungkan kembali cita-cita dan arah kehidupan yang ingin ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.
Kegiatan Malam Inspirasi Santri ditutup pada pukul 23.30 WIB. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari program KKN Kelompok 155 UMRI yang memadukan penguatan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan dengan pemberian wawasan mengenai pendidikan lanjutan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments