Bus, kereta, kapal laut dan pesawat terbang dapat mempercepat perjalanan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Bus dan kereta api dapat digunakan orang banyak untuk mempercepat perjalanan dari satu daerah ke daerah lain, ketimbang mereka berjalan kaki atau berlari-lari beramai-ramai. (QS. Yasin:42).
Kapal laut juga lebih mempercepat penyebera -ngan ketimbang mereka berenang di laut, atau naik perahu dengan mendayungnya.
Pun pesawat lebih mempercepat lagi perjalanan orang banyak dalam berpergian, berwisata dan melakukan akti vitas lainnya ketimbang menggunakan transportasi lain.
Sebagaimana burung Hud-hud saat mengirim surat Nabi Sulaiman alaihi sallam kepada Ratu Balqis di negeri Saba,
Yaman, lebih cepat daripada mengirim utusan walau dengan naik kuda yang berlari kencang. Jalan udara lebih cepat seperti naik pesawat dari pada jalan darat sekalipun dengan kereta cepat. (QS. Al Isra:1).
Waktu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam isra’ dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis, menggunakan buraq (larinya secepat kilat). Inilah bukti cepatnya perjalanan udara daripada jalan darat sekalipun dengan menggunakan kereta cepat sekali pun.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Al-Buraq– yaitu seekor kuda putih tinggi, lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bagal, yang langkahnya sejauh mata memandang– di bawa kepadaku, dan aku menungganginya hingga aku sampai di Baitul Maqdis (Yerusalem) …”.(HR. Al Buchori no 3207 dan Muslim no 162).
Menggerakkan Roda Ekonomi Masyarakat
Alat transportasi umum menjadi sarana untuk menggerakkan roda ekonomi. Selain dari sarana membawa penumpang yang menghasilkan uang, apalagi mengangkut beraneka barang-barang ke butuhan manusia. Di antaranya pangan, sandang, papan dan lain-lain. (QS. Al Baqarah:164, Al Isra: 66, Yasin: 41-42, Al Jatsiah:12).
Pelaksanaan ibadah haji setiap tahun ditam bah umroh di luar bulan haji telah mendorong jamaah dan para penguasa perjalanan haji dan umroh untuk menggunakan transportasi umum dari daerah masing- masing. (QS. Al Imran:97, Al Hajj:27).
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersab da: “Siapa yang memiliki bekal dan kendaraan yang dapat menyampaikan ke Baitullah dan dia tidak berhaji.
Maka tidak ada (urusan) padanya meninggal dalam kondisi beragama Yahudi atau Nasrani. (HR.Tirmizi, 812, Al Bazar, 861, At-Tobari di Tafsir nya, 6/41, Ibnu Abu Hatim di tafsirnya, 3/713, dan Al Baihaqi di Syu’aib, 3692).
Alat transportasi umum yang pertama kali digunakan adalah kendaraan darat dan kapal laut, sebelum adanya pesawat udara.
Kapal laut selain digunakan untuk penumpang manusia dan hewan juga barang-barang dari suatu negara dan benua ke negara dan benua lainnya.
Baik alat transportasinya maupun penumpang semuanya itu mengandung aspek ekonomi. kebe radaannya dapat menggerakkan roda ekonomi di negara dan benua masing-masing.
Roda ekonomi berputar dengan adanya tranportasi umum ini, se bagaimana itu terjadi di kota-kota pelabuhan dan kota-kota besar lainnya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersab da: “Pernahkah kalian mendengar sebuah kota yang satu sisinya berada di darat dan satu sisinya lagi berada di laut (pantai/pelabuhan)?”
Para sahabat menjawab,”Pernah, wahai Rasulullah’. Rasulul lah lalu menceritakan tentang kejayaan wilayah tersebut di akhir zaman. (HR. Muslim).
Menyediakan Lapangan Kerja
Keberadaan transportasi umum akan timbul lapangan pekerjaan. Baik lapangan pekerjaan berkaitan dengan peningkatan produktivitas sarana angkutannya, banyak melibatkan pekerja, dari pekerja utama hingga pekerja kasar.
Hal ini tidak ubahnya seperti nabi Nuh alaihi sallam membuat bahtera atau kapal laut bersama kaumnya yang beriman.
Lapangan kerja yang kedua berkaitan dengan operasional transportasi umum tersebut. Mulai dari pengemudi, pilot, nakhoda, masinis, sopir, hingga kapten kapal atau pesawat, pramugara dan pramugari di kereta api dan pesawat terbang, polisi kereta, pekerja kapal, kereta dan kondektur bus. (QS. Yasin:41-42).
Di pelabuhan, terminal, bandara dan stasiun yang dibangun untuk tempat pemberhentian alat transportasi umum itu juga tersedia lapangan kerja yang banyak.
Mulai dari pelayan di loket, pemeriksaan tiket atau karcis, pemetik barang penumpang, imigrasi, teknisi, keamanan, OB atau petugas kebersihan dan pelayanan konsumsi dan lain sebagainya. (QS. Al Mulk:15).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi contoh sederhana bahwa transportasi umum menyediakan lapangan kerja dalam sabdanya.
“Dan engkau menolong seseorang naik ke atas hewan tunggangannya (kendaraannya) atau engkau mengangkatkan barang-barangnya ke atas kendaraannya, itu adalah sedekah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Di tranportasi umum ada petugas yang biasa bekerja mengurusi penumpang dan ada pula ber tugas mengurusi barang-barang bawaan dan kiriman paket dan lain-lain.
Dalam urusan yang berkaitan dengan penumpang dan barang-barang saja sudah membuka kesempatan dan peluang lapangan kerja yang luas bagi masyarakat. (QS. Al Mulk:15, Yasin:41-42).





0 Tanggapan
Empty Comments