Wakil Ketua Majelis Pustaka, Informatika, dan Digitalisasi (MPID) PWM Jatim, Dr. Suli Da’im, M.M., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Diskusi Perjalanan KH Ahmad Dahlan di Surabaya yang digelar PWMU.CO bersama Komunitas Begandring Soerabaia, Selasa (16/6/2026) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Lodji Besar Cafe, Jalan Makam Peneleh No. 46 Surabaya itu dinilai menjadi ruang penting untuk mengkaji kembali jejak sejarah, khususnya perjalanan dakwah pendiri Muhammadiyah di Kota Pahlawan.
Dalam sambutannya, Suli Da’im mengaku senang MPID PWM Jatim dapat menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Menurutnya, forum diskusi sejarah seperti ini memiliki nilai strategis, terlebih di tengah perkembangan era digital.
“Kami dari MPID PWM Jatim sangat senang dengan kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, kajian sejarah tidak boleh berhenti pada cerita turun-temurun, tetapi perlu ditelaah secara mendalam agar masyarakat memperoleh pemahaman yang benar mengenai suatu peristiwa.
“Kegiatan seperti ini penting dilakukan untuk mengkaji sebuah peristiwa sejarah,” katanya.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi saat ini harus dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran pengetahuan sejarah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Media digital, lanjutnya, memiliki peran besar dalam meluruskan informasi yang selama ini berkembang di masyarakat.
“Kita perlu melakukan digitalisasi sebagai perantara untuk menyebarkan informasi sejarah sebenar-benarnya,” tegasnya.
Sebagai contoh, ia menyinggung publikasi PWMU.CO yang sebelumnya mengangkat kajian mengenai lokasi sebenarnya tempat kelahiran Sukarno. Menurutnya, isu sejarah seperti itu membutuhkan ruang diskusi dan penyajian informasi yang berbasis data.
“Contoh saja kemarin di PWMU.CO dimuat terkait di mana sebenarnya tempat kelahiran Sukarno,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tulisan tersebut menjadi bukti bagaimana digitalisasi sejarah menjadi penting untuk dilakukan.
Melalui diskusi tentang perjalanan KH Ahmad Dahlan di Surabaya, MPID PWM Jatim berharap hasil kajian sejarah yang dibahas tidak berhenti di forum semata, melainkan dapat diwariskan sebagai pengetahuan berharga bagi generasi berikutnya.
“Dengan digelarnya kegiatan ini, kami dari MPID PWM Jatim berharap kajian sejarah yang dibahas malam hari ini bisa menjadi pelajaran bagi generasi yang akan datang,” tuturnya.
Ia menambahkan, masyarakat saat ini tidak bisa dilepaskan dari transformasi digital. Karena itu, upaya mendokumentasikan dan menyebarluaskan sejarah melalui media digital menjadi sebuah kebutuhan.
“Sudah saatnya kita menjadi bagian dari dunia, di mana orang sudah hidup di dunia digital,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments