Mudir Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Mujianto, M.Pd., memberikan sambutan penuh pesan mendalam dalam Yudisium Kelulusan siswa kelas IX MTs Muhammadiyah 15 Al Mizan Lamongan yang digelar di Aula H.M. Syukron Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Mizan Muhammadiyah Lamongan, Senin (25/5/2026) pagi.
Di hadapan para siswa, wali kelas, dan dewan guru, Mujianto menegaskan bahwa yudisium bukan sekadar seremoni penetapan kelulusan, tetapi momentum refleksi untuk meneguhkan nilai akhlak dan jati diri santri setelah menempuh pendidikan di Al Mizan.
Ia menjelaskan, pemilihan istilah “yudisium” sengaja digunakan sebagai pembeda dari acara perpisahan pada umumnya. Menurutnya, Al Mizan ingin menghadirkan suasana yang lebih edukatif, khidmat, dan sarat makna.
“Kalau hanya berganti nama tetapi tidak membawa perubahan yang lebih baik, tentu sia-sia. Karena itu kami memilih yudisium. Kami ingin memberi kesan kepada anak-anak bahwa Al Mizan adalah pesantren yang mengedepankan akhlak, bukan euforia kebebasan atau hura-hura setelah lulus,” ujarnya.
Mujianto juga mengingatkan para siswa agar tidak memaknai kelulusan sebagai akhir dari proses belajar. Justru setelah dinyatakan lulus, menurutnya akan ada ujian kehidupan yang lebih besar yang harus dihadapi.
“Jangan merasa semua selesai setelah ujian. Setelah ini akan ada ujian yang lebih berat lagi dalam kehidupan. Maka kelulusan ini bukan akhir, tetapi awal perjalanan baru,” katanya.
Kepada para siswa kelas IX, ia mengajak mereka merenungkan kembali perjalanan selama tiga tahun menimba ilmu di Al Mizan. Ia meminta mereka bertanya pada diri sendiri tentang perubahan dan bekal apa yang telah diperoleh selama menjadi santri.
“Coba tanyakan pada diri kalian, selama tiga tahun di Al Mizan apa yang kalian dapat? Apa yang berubah dalam diri kalian? Tidak hanya fisik yang bertambah besar, tetapi ilmu, akhlak, kedisiplinan, dan kepribadian juga harus tumbuh,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Mujianto juga memberikan apresiasi kepada para guru dan pengasuh yang selama ini membersamai para santri siang dan malam. Ia menggambarkan peran guru seperti merawat dengan penuh kesabaran, membina, mengajar, mengevaluasi, dan memotivasi tanpa henti.
Menurutnya, pendidikan di Al Mizan tidak berhenti di jenjang MTs. Kelulusan kelas IX merupakan bagian dari proses panjang pembinaan pesantren integral yang masih berlanjut hingga enam tahun.
“Di Al Mizan pendidikan kalian belum selesai. Ini baru tahap Madrasah Tsanawiyah. Masih ada proses lanjutan sampai tuntas enam tahun. Karena pendidikan di pesantren adalah proses menyiapkan kalian menjadi pribadi yang matang secara ilmu dan akhlak,” jelasnya.
Menutup sambutannya, Mujianto berpesan agar para santri tetap menjaga identitas sebagai muslim dan santri di mana pun berada. Ia berharap nilai-nilai yang ditanamkan di Al Mizan tetap hidup dalam keseharian mereka, baik di lingkungan pesantren maupun ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Di manapun kalian berada, jaga identitas sebagai muslim dan sebagai santri Al Mizan. Jangan berubah hanya karena sudah lulus. Tetaplah menjaga akhlak, adab, dan nilai-nilai yang telah kalian pelajari di pesantren,” pesannya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments