Sebanyak 121 pendidik dan tenaga kependidikan dari 5 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan dan 7 Amal Usaha Aisyiyah (AUA) mengikuti Penandatanganan Pakta Integritas Pendidik dan Tenaga Kependidikan Sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Sabtu, (11/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan budaya kerja yang profesional, berintegritas, serta berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an, Sunah, dan Kepribadian Muhammadiyah.
Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen-PNF) PDM Bondowoso, Agus Nurwahyudi. Dalam laporannya disampaikan bahwa penandatanganan Pakta Integritas diikuti oleh 121 pendidik dan tenaga kependidikan yang berasal dari 5 AUM bidang pendidikan dan 7 AUA di Kabupaten Bondowoso.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari ikhtiar Majelis Dikdasmen-PNF untuk memperkuat tata kelola pendidikan Muhammadiyah yang profesional, akuntabel, dan berkemajuan.
Integritas dan Keteladanan
Sementara itu, sambutan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bondowoso disampaikan oleh Sekretaris PDM Bondowoso, Syamsul Hadi, yang mewakili Ketua PDM Bondowoso. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh pendidik dan tenaga kependidikan Muhammadiyah untuk terus menjaga semangat berkhidmat dalam dunia pendidikan sebagai bagian dari dakwah Persyarikatan.
Menurutnya, mutu pendidikan Muhammadiyah tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga oleh integritas, keteladanan, dan dedikasi seluruh sumber daya manusia yang mengabdi di dalamnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PDM Bondowoso Bidang Pendidikan, Imam Suparto, menegaskan bahwa penandatanganan Pakta Integritas bukan sekadar agenda seremonial, melainkan komitmen moral yang harus diwujudkan dalam perilaku dan budaya kerja sehari-hari.
“Penandatanganan Pakta Integritas ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi menjadi komitmen seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah Muhammadiyah untuk benar-benar menjunjung tinggi Al-Qur’an, Sunah, dan Kepribadian Muhammadiyah,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh pendidik dan tenaga kependidikan Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dalam membangun lingkungan pendidikan yang bersih, jujur, dan berintegritas. Oleh karena itu, setiap insan pendidikan Muhammadiyah dituntut untuk menolak segala bentuk gratifikasi, pungutan liar (pungli), suap, maupun praktik politik yang dapat mencederai marwah lembaga pendidikan.
Lebih lanjut, Imam Suparto menjelaskan bahwa integritas seorang pendidik tidak hanya tercermin dari kompetensi mengajar, tetapi juga dari kedisiplinan, tanggung jawab, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Penandatanganan Pakta Integritas ini sebagai bentuk komitmen disiplin, hadir tepat waktu di sekolah, menjaga nama baik sekolah dan Persyarikatan, serta siap menjadi teladan dalam ibadah dan akhlak,” pungkasnya.
Melalui penandatanganan Pakta Integritas tersebut, seluruh pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Muhammadiyah se-Kabupaten Bondowoso diharapkan semakin memperkuat profesionalisme, menjaga amanah Persyarikatan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui layanan pendidikan yang unggul, berkarakter Islami, dan berkemajuan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments