Upaya memperkenalkan produk unggulan sekaligus memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dilakukan melalui Pasar Kampung Samiler yang digelar di Desa Wonosunyo, Sabtu (14/6/2026). Kegiatan ini diinisiasi oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Ikom Umsida) sebagai bagian dari implementasi mata kuliah Kewirausahaan (KWU).
Kegiatan tersebut merupakan luaran mata kuliah Kewirausahaan di bawah bimbingan Kukuh Sinduwiatmo, S.Sos., M.Si. Pasar Kampung Samiler melibatkan berbagai pihak, mulai dari mahasiswa, pemerintah desa, kader PKK, pelaku UMKM, hingga masyarakat setempat dalam upaya memperkenalkan dan mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Berbagai produk unggulan masyarakat ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari makanan, minuman, hingga hasil olahan khas desa. Sejak pagi, masyarakat tampak memadati lokasi kegiatan untuk melihat dan membeli berbagai produk yang ditawarkan oleh para pelaku usaha.
Pembukaan Pasar Kampung Samiler diresmikan oleh Kepala Desa Wonosunyo, Wahyu Agung Prayetno, S.E. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat dalam pengembangan ekonomi desa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk unggulan desa serta meningkatkan perekonomian warga melalui UMKM yang ada,” ujarnya.
Suasana kegiatan semakin semarak dengan penampilan patrol tradisional atau tongklek yang menghibur para pengunjung. Alunan musik tradisional tersebut menarik perhatian masyarakat sekaligus menambah suasana kebersamaan selama kegiatan berlangsung.
Setelah acara pembukaan, aktivitas jual beli berlangsung di stan-stan yang telah disiapkan oleh peserta. Pengunjung terlihat memadati area pasar untuk melihat berbagai produk lokal yang dipasarkan.
Di tengah berlangsungnya kegiatan, Pasar Kampung Samiler juga mendapat kunjungan dari Camat setempat dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Samsul Hidayat, S.Ag., M.Pd.I. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM serta pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Wonosunyo.
Pasar Kampung Samiler merupakan implementasi pembelajaran kewirausahaan yang mendorong mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam pendampingan usaha masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep kewirausahaan, tetapi juga praktik komunikasi, promosi, dan pemberdayaan masyarakat.
Salah satu panitia dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Umsida, Difa Sastrani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat.
“Jadi kami tidak hanya belajar di kelas, tetapi berkomunikasi dengan masyarakat, mendampingi UMKM, dan membantu memperkenalkan potensi yang dimiliki Desa Wonosunyo,” ujarnya.
Selain menjadi sarana pemasaran produk UMKM, Pasar Kampung Samiler juga menjadi media promosi berbagai potensi khas Desa Wonosunyo. Salah satunya adalah produk berbahan dasar empon-empon dan rempah yang selama ini menjadi komoditas masyarakat setempat.
Salah seorang pelaku UMKM, Karmina, memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan jamu sinom yang dibuat dari bahan-bahan empon-empon lokal, seperti kunyit dan asam, yang berasal dari Dusun Betro, Desa Wonosunyo.
“Biasanya itu saya menjual empon-empon di Pasar Porong. Kalau di Pasar Kampung Samiler ini saya menjual jamu sinom yang bahan-bahannya berasal dari empon-empon asli Dusun Betro, Desa Wonosunyo,” ungkap Karmina.
Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas.
“Dengan adanya pasar ini, jualan kami jadi lebih dikenal. Selain membantu penjualan, kegiatan ini juga menjadi sarana promosi bagi usaha yang kami jalankan,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments