Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

PKW Kemendikdasmen dan Dekranas Cetak Ribuan Pelestari Wastra Indonesia

Iklan Landscape Smamda
PKW Kemendikdasmen dan Dekranas Cetak Ribuan Pelestari Wastra Indonesia
pwmu.co -

Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) hasil kolaborasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) terus memperkuat regenerasi perajin wastra Indonesia.

Sejak dilaksanakan pada 2020, program tersebut telah melahirkan lebih dari 5.700 pelestari wastra yang dibekali keterampilan menenun sekaligus kemampuan berwirausaha.

Capaian tersebut ditampilkan dalam Pameran Hari Ulang Tahun ke-46 Dekranas di Makassar, Kamis (9/7/2026). Dalam pameran itu, sejumlah alumnus PKW mendemonstrasikan proses menenun wastra tradisional di hadapan para pengunjung sebagai bentuk pelestarian budaya yang diwariskan lintas generasi.

Program PKW menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen memperluas layanan pendidikan nonformal berbasis kecakapan hidup melalui pendampingan Direktorat Kursus dan Pelatihan (Ditsuslat) bersama jejaring Dekranas dan Dekranasda di berbagai daerah.

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, mengatakan keikutsertaan para alumnus dalam pameran menjadi bukti bahwa pendidikan nonformal mampu melahirkan pelestari budaya yang juga memiliki kemampuan berwirausaha.

“Hasil karya yang ditampilkan pada Pameran HUT Ke-46 Dekranas merupakan praktik baik dari Program PKW Kemendikdasmen dan Dekranas. Mereka adalah pelestari wastra yang dibekali keterampilan wirausaha,” ujarnya.

Menurutnya, pameran tersebut diharapkan dapat memperkenalkan karya para peserta kepada masyarakat yang lebih luas, bahkan membuka peluang menembus pasar internasional.

Membuka Peluang Ekonomi dari Warisan Budaya

Salah satu alumnus PKW asal Dekranasda Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Wahyuni, mengaku mengikuti pelatihan karena ingin ikut melestarikan tenun gebeng yang selama ini lebih banyak dikerjakan para penenun senior.

SMPM 5 Pucang SBY

Kini, ia mampu menghasilkan sedikitnya dua lembar kain setiap bulan dan telah menerima pesanan dari para pelanggan.

Semangat serupa ditunjukkan Sinta, yang telah mengenal kerajinan songket sejak duduk di bangku SMP. Melalui PKW, ia memperdalam teknik tenun gebeng, termasuk mempelajari proses pembuatan benang menggunakan pewarna alami.

Hasil tenunnya kini dipasarkan melalui marketplace dan media sosial sehingga membuka peluang usaha yang terus berkembang.

Bagi Wahyuni dan Sinta, Program PKW tidak hanya memberikan keterampilan baru, tetapi juga membuka kesempatan untuk mandiri secara ekonomi. Penghasilan dari hasil tenun membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung perekonomian keluarga.

Melalui program ini, Kemendikdasmen dan Dekranas berharap regenerasi perajin wastra terus berlanjut sehingga warisan budaya Indonesia tetap lestari sekaligus mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.

Revisi Oleh:
  • Satria - 15/07/2026 01:27
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu