Suasana haru dan penuh kebahagiaan mewarnai acara pelepasan siswa kelas VI SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz ) yang digelar di Graha Sawunggaling Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Jumat (12/6/2026). Sebanyak 200 siswa resmi dilepas setelah menuntaskan pendidikan selama enam tahun di jenjang sekolah dasar.
Didampingi ayah dan bunda tercinta, para siswa mengikuti rangkaian acara yang dimulai pukul 18.00 WIB. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya masa belajar mereka di sekolah dasar sekaligus awal perjalanan menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Acara dihadiri oleh orang tua dan wali murid, guru, karyawan, serta sejumlah tamu undangan. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd., yang memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para lulusan.
Mengawali sambutannya dengan pantun, Netti berhasil mencairkan suasana yang semula khidmat menjadi lebih hangat.
Pergi ke taman memetik melati,
Harumnya semerbak hingga ke hati.
Anak-anak Mumtaz hari ini resmi dilepas,
Semoga sukses menggapai mimpi dan tetap berakhlak mulia sepanjang nanti.
Ia juga mengapresiasi SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman yang dinilai berhasil mencetak generasi unggul, baik dalam bidang akademik maupun pembentukan karakter.
“Ini sekolah yang luar biasa. Tidak hanya melahirkan siswa yang cerdas, tetapi juga berakhlak mulia. Teruslah melangkah, jangan pernah berhenti belajar, dan jadilah generasi yang membanggakan orang tua, bangsa, dan agama,” pesannya.
Menjaga Nilai-nilai Keislaman
Sambutan berikutnya disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo, Prof. Dzo’ul Milal. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman sebagai bekal menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman, Fatchul Mubarok, S.Th.I., M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas kelulusan seluruh siswa. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua yang telah mendukung proses pendidikan anak-anak mereka selama ini.
“Kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang. Teruslah belajar, jaga akhlak, dan raih cita-cita setinggi mungkin,” ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan Tari Tanjung Gemilang yang memukau, dilanjutkan prosesi pataka dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Seluruh hadirin kemudian berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan persyarikatan.
Memasuki acara inti, panitia membacakan Surat Keputusan (SK) kelulusan sebagai tanda resmi bahwa seluruh siswa kelas VI telah menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah dasar.
Suasana semakin emosional saat prosesi pelepasan dimulai. Satu per satu siswa maju menerima pengalungan medali dan bersalaman dengan para guru. Tangis haru pecah ketika mereka memeluk orang tua masing-masing sebagai ungkapan rasa syukur, bangga, dan perpisahan.
Perjalanan Siswa
Momen tersebut semakin menyentuh saat ditayangkan video perjalanan siswa selama enam tahun menempuh pendidikan di SD Mumtaz. Tayangan itu menampilkan berbagai kenangan, proses belajar, kebersamaan, hingga perkembangan karakter para siswa sejak awal masuk sekolah.
Video tersebut juga memperlihatkan beragam cita-cita para lulusan, mulai dari dokter, guru, hafiz Al-Qur’an, hingga pemimpin bangsa. Dipadukan dengan alunan musik yang menyentuh, tayangan tersebut membuat banyak orang tua tak kuasa menahan air mata.
Kesan dan pesan yang disampaikan perwakilan siswa turut menambah suasana haru. Dengan suara bergetar, mereka menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru atas bimbingan dan kesabaran selama enam tahun, sekaligus memohon doa restu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Acara semakin semarak dengan berbagai penampilan siswa serta penampilan spesial dari para guru yang menghibur dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh hadirin.
Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti doa bersama yang dipanjatkan penuh harap agar para lulusan diberikan kemudahan dalam menempuh pendidikan selanjutnya dan mampu meraih cita-cita yang diimpikan.
Pelepasan siswa SD Mumtaz tahun ini bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan momentum penuh makna tentang perjalanan, kebersamaan, dan harapan. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan doa dari orang-orang tercinta, para lulusan siap melangkah menuju masa depan yang lebih gemilang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments