Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Semangat KH Ahmad Dahlan Harus Menjadi Nafas Perjuangan Muhammadiyah

Iklan Landscape Smamda
Semangat KH Ahmad Dahlan Harus Menjadi Nafas Perjuangan Muhammadiyah
Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Moh. Sulthon Amien, MM sedang memberikan tausiah di Kajian Ahad Pagi. Foto: Nashiiruddin/PWMU.CO
Oleh : Nashiiruddin

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Moh. Sulthon Amien, M.M., mengajak kader dan warga Muhammadiyah meneladani semangat perjuangan KH Ahmad Dahlan dalam berdakwah dan membangun persyarikatan.

Pesan tersebut disampaikan dalam Kajian Ahad Pagi yang digelar Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran sekaligus Pengukuhan Organisasi Otonom (Ortom). Kegiatan berlangsung di Masjid At-Taqwa Perintis, Jalan Dukuh Bulak Banteng Perintis Utama 2A Nomor 1, Kecamatan Kenjeran, Kota Surabaya, Ahad (19/7/2026).

Dalam kajian tersebut, Dr. Sulthon memberikan suntikan semangat kepada jamaah agar terus istiqamah dalam berdakwah, memakmurkan masjid, dan membangun persyarikatan dengan penuh kesabaran serta optimisme.

Mengawali tausiyahnya, Dr. Sulthon menegaskan bahwa membangun masjid dan mengembangkan Muhammadiyah bukanlah pekerjaan mudah. Berbagai tantangan akan selalu hadir, tetapi hal itu tidak boleh menyurutkan semangat dalam berkhidmat.

“Mendirikan masjid memang banyak tantangannya, khususnya Masjid At-Taqwa Perintis. Yang terpenting, kita harus tetap semangat untuk Muhammadiyah,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga di sekitar masjid perlu diajak dan dilibatkan agar tumbuh rasa memiliki terhadap masjid.

“Seiring berjalannya waktu, tetangga kanan dan kiri insyaallah akan mengetahui bahwa Muhammadiyah benar-benar serius dalam membangun umat. Karena itu, ajak dan libatkan warga sekitar agar mereka ikut memiliki dan memakmurkan masjid,” lanjutnya.

Semangat Dakwah KH Ahmad Dahlan

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sulthon mengisahkan perjuangan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Pada masa awal dakwahnya, KH Ahmad Dahlan belum memiliki banyak pengikut. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya.

Melalui Majelis Tabligh, KH Ahmad Dahlan melakukan dakwah secara langsung dari rumah ke rumah. Ia mendata masyarakat sekaligus mengajak mereka melaksanakan salat berjamaah di masjid.

Tidak hanya mengajak, KH Ahmad Dahlan juga berusaha memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Mereka yang belum memiliki sarung untuk beribadah dibantu agar dapat melaksanakan salat berjamaah.

Menurut Dr. Sulthon, pendekatan dakwah yang penuh kepedulian dan keteladanan tersebut menjadi salah satu fondasi kuat berkembangnya Muhammadiyah.

Ia juga mengingatkan bahwa perjalanan dakwah KH Ahmad Dahlan tidak selalu berjalan mulus. Berbagai ujian pernah dihadapi, termasuk ketika langgar yang digunakan sebagai pusat dakwah dibakar oleh pihak yang tidak menyukai perjuangannya.

Namun, KH Ahmad Dahlan tidak menyerah. Dukungan keluarga, paman, dan kerabat semakin menguatkan tekadnya untuk kembali membangun langgar dan melanjutkan perjuangan dakwah.

SMPM 5 Pucang SBY

“Bayangkan jika saat itu KH Ahmad Dahlan memilih berhenti karena kecewa. Saya yakin Muhammadiyah tidak akan menjadi sebesar sekarang. Beliau tetap mengajarkan kebajikan, kemajuan, dan kemakmuran umat meskipun menghadapi banyak cobaan,” ungkapnya.

Semangat Pantang Menyerah Kader Muhammadiyah

Menurut Dr. Sulthon, semangat pantang menyerah harus menjadi karakter setiap kader Muhammadiyah. Mengelola organisasi maupun Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) membutuhkan kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan hati.

Kader Muhammadiyah, lanjutnya, tidak boleh mudah tersinggung, kecewa, maupun putus asa ketika menghadapi persoalan.

“Kalau kita menjalankan organisasi mudah marah dan mudah menyerah, Muhammadiyah ini akan menjadi seperti apa? Merawat Amal Usaha Muhammadiyah jangan mudah kecewa. Semangat itu harus terus dijaga dan dikobarkan,” pesannya.

Ia juga mengapresiasi jamaah yang istiqamah mengikuti pengajian. Menurutnya, meluangkan waktu untuk menghadiri kajian secara rutin bukanlah perkara mudah.

Karena itu, kesempatan tersebut perlu dimanfaatkan untuk menambah ilmu sekaligus memperkuat komitmen dalam memperjuangkan nilai-nilai kebajikan, kebenaran, dan kemajuan.

“Kader Muhammadiyah harus selalu bersemangat. Kapan lagi kita memiliki kesempatan untuk memperjuangkan kebajikan, kebaikan, dan kebenaran? Saya melihat semangat kader-kader Muhammadiyah luar biasa,” tuturnya.

Dr. Sulthon menambahkan, semakin besar Muhammadiyah, semakin banyak pula amanah dan persoalan yang harus diselesaikan. Namun, hal itu justru menjadi bukti bahwa persyarikatan terus bergerak dan memberikan manfaat bagi umat.

“Kalau Muhammadiyah terus kita urus, apakah kita pernah menganggur? Justru tidak sempat menganggur karena selalu ada persoalan yang harus diselesaikan demi kemajuan umat,” katanya.

Sebagai penutup, Dr. Sulthon mengajak seluruh jamaah memanfaatkan perkembangan teknologi, khususnya media sosial, sebagai sarana dakwah dan syiar Islam.

Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk mengenalkan berbagai kegiatan Muhammadiyah sekaligus meningkatkan kemakmuran masjid-masjid Muhammadiyah di lingkungan PCM Kenjeran agar semakin dikenal dan dicintai masyarakat. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 20/07/2026 07:53
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu