Suasana semarak dan penuh semangat mewarnai pembukaan Festival Anak Sholeh Muhammadiyah (FASHMU) Kota Surabaya, Sabtu (23/5/2026).
Sebanyak 211 peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah mengikuti ajang yang digelar untuk menumbuhkan semangat dakwah, keterampilan, dan karakter Islami generasi muda Muhammadiyah.
Wakil Ketua PDM Kota Surabaya, Drs. Suhadi M. Sahli, M.Ag., menyampaikan pesan penuh motivasi kepada seluruh peserta. Menurutnya, anak-anak yang mengikuti FASHMU merupakan “emas murni” Muhammadiyah.
“akan tetap menjadi emas di manapun ia berada. Kalian, 211 anak ini adalah emas-emas murni Muhammadiyah,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta dan pendamping.
Ia menegaskan bahwa para peserta yang hadir merupakan anak-anak terbaik yang dipilih untuk mewakili sekolah dan Muhammadiyah dalam kompetisi tingkat wilayah.
“Kalau anda semua objektif, karena yang diambil adalah yang terbaik untuk mewakili Muhammadiyah berkompetisi di tingkat wilayah,” katanya.
Suhadi juga menyampaikan apresiasi kepada SD Muhammadiyah 4 Surabaya yang menjadi tuan rumah kegiatan.
Ia turut mengucapkan terima kasih kepada para guru pendamping serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi dalam FASHMU tahun ini.
Festival yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya tersebut diharapkan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat.
Dalam arahannya kepada peserta lomba, Suhadi menekankan pentingnya meluruskan niat dalam berkompetisi.
“Hendaknya kalian luruskan niat. Niatnya lomba ini adalah untuk beribadah. Kalau niatnya ibadah, mulai dari persiapan sampai selesai akan mendapat pahala dari Allah,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kompetisi dalam Islam bukan untuk saling menjegal, melainkan bagian dari fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan.
“Berlomba dalam kebaikan, bukan dalam keburukan. Bukan dalam saling menjegal, tetapi mencari kebaikan,” tambahnya.
Menurut Suhadi, FASHMU bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana melatih keterampilan dan keahlian peserta sesuai bidang yang diminati.
Mulai dari membaca Al-Qur’an dengan lagu, pidato dakwah, hingga membaca kitab, seluruh cabang lomba diharapkan mampu mengasah kemampuan peserta sejak dini.
“Yang pidato berlatih jadi dai. Yang baca kitab supaya pintar baca kitab. Itu melatih keterampilan dan keahlian,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi media untuk menambah wawasan dan keilmuan peserta.
Sementara itu, Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Surabaya, Imam Sapari, S.H.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa FASHMU bukan hanya tentang mengejar trofi dan piagam penghargaan.
“Lomba FASHMU ini bukan hanya tentang piala atau piagam. Kompetisi ini adalah sarana kita untuk bertabligh menyampaikan kebaikan, melatih mental keislaman, dan mengasah potensi diri,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa para juara terbaik nantinya akan menjalani pembinaan lanjutan sebelum mewakili Kota Surabaya pada FASHMU tingkat wilayah di Lamongan pada Juli 2026 mendatang.
“Dari tiga terbaik FASHMU Kota Surabaya ini, selanjutnya akan dilatih beberapa pekan untuk mewakili Surabaya dalam kompetisi FASHMU tingkat wilayah,” pungkasnya.





0 Tanggapan
Empty Comments