Organisasi keagamaan dan sosial formal kini menghadapi tembok tebal bernama keengganan generasi muda untuk terikat dalam struktur konvensional. Generasi baru ini menuntut fleksibilitas, kenyamanan visual, serta kedekatan emosional. Dibutuhkan seni merangkul jiwa Gen Z dan Alpha ini.
Salah satu imbas fenomena keengganan generasi Z dan Alpha ini adalah kaderisasi kaku dan ceramah mimbar satu arah seolah kehilangan tajinya. Pendekatan di lapangan tentu wajib disesuaikan dengan jenjang psikologis anak.
“Kita ini sudah harus mengikuti pola. Kalau anak-anak sekarang itu suka main game, suka lihat film-film pendek, maka kita sebagai orang yang menyampaikan kebenaran itu juga harus punya banyak produk,” ujar Wakil Ketua PDM Kota Surabaya Bidang Pengkaderan, Muhamad Jemadi, S.Ag., M.A, Selasa (09/06/2026).
Menurut sosok yang akrab disapa Pak Je ini, organisasi harus lincah. Memotong materi panjang menjadi konten-konten mikro. Potongan rekaman audio-visual atau podcast perlu dibedah. Untuk menemukan sudut pandang menarik yang mampu menyentuh sanubari generasi baru.
Untaian kalimat bijak atau kutipan mutiara pendek yang disebarkan melalui jagat digital dinilai jauh lebih efektif meresap ke dalam ruang kognitif mereka. Dibanding khotbah berjam-jam.
Untuk memantik kepedulian sosial di kalangan milenial hingga Gen Alpha, tentu banyak seninya. Sektor pendidikan menjadi pintu masuk paling rasional yang direkomendasikannya untuk menanamkan benih empati sejak dini.
“Masuklah ke sekolah-sekolah kita. Sekolah-sekolah Muhammadiyah terutama. Kita datang ke sana, kita ngobrol sama anak-anak IPM-nya, ke mahasiswanya, ke Pemuda Muhammadiyah-nya,” cetus Pak Je bersemangat.
Aktivitas mendongeng yang interaktif dan menyenangkan menjadi magnet terbaik apabila sasarannya adalah anak-anak usia TK maupun Sekolah Dasar.
“Langkah berbeda diterapkan untuk pelajar tingkat SMP ke atas. Pemutaran film-film perjuangan atau dokumenter inspiratif dapat menjadi instrumen diskusi yang kuat.”
Nilai kebaikan harus dibungkus dalam narasi visual yang menarik minat nonton anak muda. Sebagai langkah taktis ke depan, riset mendalam mengenai preferensi hiburan generasi muda mutlak dilakukan. Agar produk audio-visual yang dirancang benar-benar tepat sasaran dan tidak berakhir sebagai tontonan yang membosankan.





0 Tanggapan
Empty Comments