Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Siswa SD Musix Presentasikan Simple Water Cleaner dengan 4 Bahasa

Iklan Landscape Smamda
Siswa SD Musix Presentasikan Simple Water Cleaner dengan 4 Bahasa
Kelonpok 3 UKK SD Musix presentasikan Simple Water Cleaner di hadapan asesor. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Siswa SD Muhammadiyah 06 Gadung (SD Musix) Surabaya kembali menunjukkan kualitas dan kreativitasnya melalui kegiatan Unjuk Kerja dan Karya (UKK) 2026.

Dalam kegiatan tersebut, siswa kelas 6 menampilkan berbagai proyek unggulan setelah menyelesaikan Ujian TPA dan USP. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari Kelompok 3 dengan proyek bertajuk “Simple Water Cleaner”.

Proyek tersebut berupa alat penyaring air sederhana yang mampu mengubah air keruh menjadi lebih jernih melalui proses filtrasi sederhana.

Kegiatan UKK yang berlangsung pada Senin (25/5/2026) itu menjadi ajang pembuktian hasil belajar siswa, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga keterampilan praktik, kreativitas, komunikasi, dan kerja sama tim.

Keunikan presentasi Kelompok 3 terletak pada penggunaan empat bahasa sekaligus, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa.

Kemampuan tersebut menjadi nilai tambah yang menunjukkan integrasi pembelajaran di SD Musix, mulai dari nilai keislaman, wawasan global, hingga pelestarian budaya lokal.

Kelompok 3 terdiri dari:

  • Parsya Julio Akbar
  • Nisrina Hanifa Azzahro
  • Aqila Zayda Octave
  • Andara Kirana Ardiansyah
  • Qinara Putri Aldevina
  • Azzalea Ranita Mecca

Dengan bimbingan M. Akan, S.Pd., para siswa mampu mempresentasikan proyek secara runtut dan percaya diri di hadapan para asesor.

Para asesor memberikan penilaian dari berbagai aspek, mulai kemampuan bahasa, presentasi, hingga substansi proyek.

Ninik Nur Farida, S.Pd selaku asesor Bahasa Jawa mengapresiasi keberanian siswa dalam menggunakan bahasa daerah.

“Penggunaan Bahasa Jawa sudah cukup baik dan berani. Ini penting untuk menjaga budaya lokal sejak dini,” ujarnya.

Sementara itu, Muthmainatul Fuadah, S.Pd.I menilai kemampuan Bahasa Arab siswa mulai berkembang dengan baik.

“Pelafalan dan keberanian tampil sudah bagus. Tinggal terus dilatih agar lebih fasih,” ungkapnya.

Dari sisi penggunaan Bahasa Inggris, Anisa Herawati, M.Pd melihat potensi besar yang dimiliki para siswa.

“Kepercayaan diri mereka luar biasa. Ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan global,” jelasnya.

Adapun Darmaji, S.Pd menyoroti integrasi nilai keislaman dalam proyek yang dipresentasikan.

SMPM 5 Pucang SBY

“Kesesuaian antara proyek dengan ayat Al-Qur’an sudah terlihat. Ini menjadi ciri khas pembelajaran Muhammadiyah,” tuturnya.

Farid Hakim, S.Pd memberikan masukan terkait penyusunan laporan proyek.

“Penyusunan laporan sudah sistematis. Tinggal ditingkatkan pada kerapian dan kelengkapan data,” katanya.

Sedangkan Sapto Gunawan, S.Pd menilai kekompakan kelompok menjadi salah satu kekuatan presentasi tersebut.

“Tampilan kelompok sudah kompak dan menarik. Ini menunjukkan kerja sama tim yang baik,” ujarnya.

Dalam presentasinya, siswa juga menampilkan video proses pembuatan sekaligus uji coba alat penyaring air sederhana tersebut.

Air keruh yang dimasukkan ke dalam alat berhasil berubah menjadi lebih jernih setelah melalui proses penyaringan.

Melalui proyek ini, siswa tidak hanya mempelajari konsep sains, tetapi juga membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan air sebagai sumber kehidupan.

Kepala SD Muhammadiyah 06 Gadung menyampaikan bahwa kegiatan UKK menjadi sarana pembelajaran bermakna bagi siswa.

“Melalui UKK, siswa belajar menunjukkan karya, membangun kepercayaan diri, dan mengasah kemampuan komunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, pembimbing proyek M. Akan, S.Pd menegaskan bahwa siswa memperoleh banyak pengalaman melalui kegiatan tersebut.

“Anak-anak belajar banyak hal sekaligus—sains, bahasa, kerja tim, dan keberanian tampil. Ini bekal penting untuk masa depan mereka,” tuturnya.

Kegiatan UKK di SD Muhammadiyah 6 Gadung menjadi bukti bahwa pembelajaran tidak berhenti pada teori semata. Siswa didorong menghasilkan karya nyata yang bermanfaat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Melalui proyek “Simple Water Cleaner”, siswa tidak hanya belajar tentang penyaringan air, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Revisi Oleh:
  • Satria - 27/05/2026 12:21
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu