Malam di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) pada Rabu (27/5/2026) terasa berbeda. Di tengah suasana yang biasanya mulai lengang selepas aktivitas sekolah, kepulan asap justru tampak menyeruak dari area basement sekolah. Aroma khas daging yang dibakar perlahan menyebar di udara, mengundang siapa pun yang melintas untuk menoleh sejenak.
Namun, asap itu bukan pertanda kegaduhan. Sebaliknya, ia menjadi penanda hangatnya kebersamaan keluarga besar Smamita dalam menyambut Iduladha 1447 Hijriah.
Malam itu, guru, karyawan, hingga sejumlah keluarga besar sekolah berkumpul dalam suasana sederhana namun penuh keakraban. Di sela persiapan penyembelihan hewan kurban yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (28/5/2026), mereka menikmati hidangan sate bersama.
Suasana santai terasa begitu hidup, diiringi obrolan ringan, canda hangat, dan semangat gotong royong yang tampak mengalir tanpa sekat.
Iduladha di Smamita bukan sekadar agenda tahunan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, momen ini menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarkeluarga besar sekolah.
Dalam kebersamaan sederhana di sekitar pembakaran sate, nilai-nilai kekeluargaan terasa tumbuh begitu alami.
Kehangatan malam itu semakin terasa dengan hadirnya hewan-hewan kurban yang tiba ba’da Isya. Pada Iduladha 1447 Hijriah kali ini, Smamita menerima amanah berupa dua ekor sapi dan dua ekor kambing. Hewan kurban tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus semangat berbagi yang terus dijaga oleh keluarga besar sekolah.
Setibanya di lokasi, proses persiapan langsung dilakukan. Sejumlah panitia tampak memastikan kebutuhan penyembelihan untuk keesokan pagi berjalan lancar. Di sisi lain, suasana santai tetap terjaga. Kepulan asap dari pembakaran sate berpadu dengan semangat kebersamaan yang sulit ditemukan di ruang formal.
Malam menjelang Iduladha itu seolah menjadi pengingat bahwa makna kurban tidak hanya terletak pada prosesi penyembelihan, tetapi juga tentang memperkuat ikatan, berbagi kebahagiaan, dan merawat rasa syukur bersama.
Ketika asap masih tipis menari di udara basement Smamita, keluarga besar sekolah menikmati malam dengan penuh kehangatan. Sebuah kebersamaan sederhana yang menjadi pembuka indah sebelum gema takbir dan semangat berbagi menyapa pagi Iduladha. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments