Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

CMA ke-8 Aisyiyah Gresik Bahas Isu Perempuan Kontemporer dan Dakwah

Iklan Landscape Smamda
CMA ke-8 Aisyiyah Gresik Bahas Isu Perempuan Kontemporer dan Dakwah
Ketua MTK PDA Gresik, Dra. Khoiriyah menyampaikan sambutan. Foto: Fitri Wulandari/PWMU.CO
pwmu.co -

Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Gresik kembali menggelar Corps Muballighat Aisyiyah (CMA) ke-8 se-Kabupaten Gresik. Kegiatan berlangsung di Ruang Pertemuan Waroeng Aznia, Jalan Kalipang, Balongpanggang, Ahad (12/7/2026).

Kegiatan ini diikuti perwakilan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) dari 18 kecamatan di Kabupaten Gresik. Untuk memudahkan pembinaan, peserta dibagi ke dalam tiga wilayah kerja (wilker), yaitu utara, tengah, dan selatan.

Ketua MTK PDA Gresik, Dra. Khoiriyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya CMA ke-8. Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para muballighat Aisyiyah.

“Kita sama-sama belajar untuk menjadi muballighoat Aisyiyah di wilayah cabang masing-masing,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Khoiriyah memaparkan tujuh bekal utama yang harus dimiliki seorang muballighat Aisyiyah.

Pertama, menata niat. Menurutnya, seluruh amal bergantung pada niat. Sejauh apa pun medan dakwah yang ditempuh, semuanya akan terasa ringan jika diniatkan lillahi ta’ala.

“Niat diibaratkan pondasi bangunan. Jika pondasinya kuat, maka seluruh bangunan akan kokoh,” tuturnya.

Kedua, memperbanyak membaca untuk memperluas wawasan, terutama materi yang berkaitan dengan tugas dakwah sebagai bekal saat terjun ke masyarakat.

Ketiga, menyiapkan materi dengan matang sebelum disampaikan. Ia juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi pertanyaan dari peserta agar penyampaian materi lebih terarah.

“Ibu-ibu juga perlu menyiapkan kemungkinan pertanyaan dari peserta agar penyampaian lebih terarah,” katanya.

Khoiriyah menambahkan, bahkan saat menjelaskan surat-surat pendek seperti Al-Ikhlas, muballighat perlu menguraikannya secara luas karena berkaitan erat dengan pemahaman tauhid.

Keempat, menguasai minimal satu materi secara mendalam. Bekal tersebut penting agar muballighat tetap siap apabila sewaktu-waktu mendapat amanah untuk mengisi kajian.

SMPM 5 Pucang SBY

Selain itu, muballighat juga diharapkan memiliki mukadimah yang variatif agar penyampaian tidak monoton, memiliki sense of humor sehingga suasana kajian lebih cair, mampu membaca ayat suci Al-Qur’an dengan baik, serta dapat menyesuaikan materi dengan karakter audiens.

“Jika audiens adalah masyarakat umum, hindari penggunaan istilah-istilah yang kurang familiar. Sisipkan pula hal-hal yang menarik agar penyampaian lebih hidup dan mampu membangkitkan semangat peserta,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa materi dakwah hendaknya mengacu pada empat pilar utama dakwah Aisyiyah, yaitu aqidah, ibadah, muamalah, dan akhlak.

Menutup sambutannya, Khoiriyah berharap kegiatan CMA terus berlanjut dan memberi manfaat bagi para muballighat.

“Semoga kita selalu diberikan kesehatan dan kesempatan sehingga dapat bertemu kembali pada pertemuan CMA berikutnya,” tutupnya.

Memasuki sesi materi, peserta mendapatkan pembahasan bertema Tafsir Ayat-Ayat Perempuan yang disampaikan oleh Nurfadhilah, M.Pd. Materi tersebut menjadi pengantar untuk memahami kedudukan dan peran perempuan dalam perspektif Al-Qur’an.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik muballighat. Setiap wilayah kerja mempresentasikan materi dakwah yang mengangkat berbagai isu perempuan kontemporer.

Wilker utara membahas tema Poligami dalam Islam dan Perempuan Bekerja di Luar Rumah. Wilker tengah mengangkat Izin Puasa Sunnah bagi Perempuan serta Donor ASI. Adapun wilker selatan membawakan materi Rukhsah bagi Perempuan Hamil, Menyusui, dan Nifas serta Perempuan sebagai Konten Kreator Dakwah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi Penguatan Istinbath Hukum yang disampaikan oleh perwakilan PDA Gresik. Melalui sesi ini, peserta memperoleh penguatan agar materi dakwah yang disampaikan memiliki landasan hukum yang jelas serta selaras dengan manhaj Muhammadiyah. (*)

Revisi Oleh:
  • Wildan Nanda Rahmatullah - 12/07/2026 12:47
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu