Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Keharmonisan Keluarga di Era Gadget

Iklan Landscape Smamda
Keharmonisan Keluarga di Era Gadget
Oleh : Fitratulmukmin Mahasiswa Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Surabaya

Keharmonisan dan kehangatan dalam keluarga merupakan tujuan yang ingin diraih oleh hampir semua orang. Tepat pada momen yang bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 ini, sudah sepatutnya bagi kita untuk “melihat ke belakang”, sejauh mana waktu yang telah kita habiskan bersama.

Gadget: Kemudahan Teknologi yang Mengubah Pola Kehidupan Keluarga 

Salah satu “penyekat tak kasat mata” yang hadir dalam kehidupan kita tidak lain adalah gadget yang sering kita gunakan setiap harinya.

Di negeri kita sendiri, Indonesia, teknologi dan komunikasi berkembang begitu pesat, tidak jauh berbeda dengan negara-negara lain di belahan bumi ini.

Hasilnya, berbagai jenis gadget tercipta dari kemajuan teknologi tersebut, seperti smartphone, tablet, komputer, laptop, dan perangkat lainnya. Semua itu telah berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup keluarga di Indonesia pada umumnya.

Komunikasi dengan keluarga yang berada jauh jaraknya menjadi sangat cepat dan seakan tanpa memiliki batas.

Kemudahan dalam mengakses pengetahuan dan informasi, bahkan berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal sekalipun, dapat dilakukan melalui media sosial yang tersedia dalam gadget.

Perkembangan teknologi itu sendiri memang jelas dirasakan oleh sebagian besar umat manusia.

Namun, perlu diketahui bahwa selain banyaknya manfaat positif yang kita rasakan dari gadget tersebut, ternyata terdapat magnet terselubung yang secara tidak langsung menjelma menjadi “anggota baru” yang setiap saat dapat merebut momen kebersamaan dan kehangatan bersama keluarga.

Sebagai contoh, media sosial yang ada dalam gadget dapat menyebabkan banyak waktu seseorang tersita untuk bermain gadget setiap harinya.

Hal ini membuat seseorang lebih memilih berkomunikasi dengan dunia maya daripada dengan orang-orang di sekitarnya, sehingga dapat menimbulkan sikap individualis dalam diri seseorang.

Awalnya, banyak orang menganggap gadget mampu membuat hubungan komunikasi keluarga yang jauh terasa dekat.

Namun, kenyataannya justru dapat berbanding terbalik, yaitu hubungan dengan keluarga yang berada dekat dengan kita menjadi “yang dekat terasa jauh”.

Dalam lingkungan keluarga, pengaruh gadget terhadap komunikasi seseorang sangat signifikan karena hal tersebut menjadi fokus utama dalam berinteraksi setiap hari.

Anggota keluarga, bahkan anak-anak, cenderung melakukan aktivitas sendiri dan lebih banyak melibatkan gadgetnya, sehingga waktu bersama keluarga menjadi berkurang.

Akibatnya, gairah untuk berkomunikasi dengan keluarga pun menurun dan akhirnya dapat berdampak terhadap keharmonisan keluarga.

Suami dapat lupa terhadap waktu bersama istri dan anak-anaknya, termasuk hak dan perlakuan terhadap mereka.

Istri pun terkadang lalai terhadap kewajibannya dalam melayani suami, mengelola serta mengatur kebutuhan rumah tangga, bahkan dapat menjauh dari anak.

Bahkan terhadap anak, penggunaan gadget yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan yang berpengaruh terhadap perkembangan kognitif dan psikologisnya.

Mulai dari mengakses berita maupun video yang tidak seharusnya dan tidak bermanfaat, hingga mengakibatkan efek paparan radiasi terhadap mata serta gangguan kesehatan lainnya yang dapat memengaruhi pertumbuhan anak.

Semua itu merupakan beberapa contoh kecil dari dampak penggunaan gadget berlebihan yang berkaitan dengan hubungan keharmonisan keluarga.

Peran Keluarga dalam Menjaga Keharmonisan di Tengah Arus Digital 

Akan tetapi, pada era sekarang, penggunaan gadget merupakan hal yang wajar bagi setiap individu apabila sudah mencukupi umur dan memiliki alasan dalam menggunakannya.

SMPM 5 Pucang SBY

Hal tersebut bukan tanpa pengecualian. Sang ayah mungkin harus memiliki laptop dan tidak jauh dari handphone untuk memastikan pekerjaannya di kantor.

Sang ibu memiliki handphone untuk menghubungi suami dan keluarga, bahkan dapat dijadikan sarana untuk berbisnis.

Anak kecil pun mungkin sudah banyak yang belajar melalui gadget, namun tetap harus berada dalam pengawasan orang tua.

Semua telah berubah pada saat ini. Hampir semua orang sudah berkecimpung dalam dunia gadget yang bahkan telah menjadi bagian dari kehidupan kita setiap harinya.

Namun, yang perlu kita ketahui bersama adalah jangan sampai diri kita menjadi jauh dari keluarga yang awalnya selalu bersama, tetapi kemudian sibuk dengan dunia masing-masing karena kehadiran gadget.

Sebab, dalam kondisi apa pun keluarga tetap menjadi nomor satu dalam kehidupan kita.

Ketika diri kita menghadapi kesulitan dan berbagai masalah, keluarga adalah orang pertama yang mengetahui keadaan kita dibandingkan dengan orang yang bahkan belum kita kenali di dalam gadget yang kita gunakan.

Salah satu cara untuk mengontrol penggunaan gadget adalah dengan kembali memanfaatkan waktu bersama keluarga.

Dalam kondisi ini, orang tua memiliki peran dan ikhtiar besar dalam menjaga serta menjauhkan anggota keluarga dari hal-hal negatif akibat penggunaan gadget dan media sosial.

Sebab, orang tua adalah wadah pertama yang menjadi contoh dan diikuti oleh anak-anaknya, serta akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Rasulullah SAW bersabda dalam Hadis Riwayat Imam Bukhari yang artinya:

“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin rakyat banyak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin terhadap keluarga rumah suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap mereka. Dan budak seseorang juga pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya. Ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari)

Hadis tersebut menerangkan dengan jelas bahwa setiap orang, termasuk kedua orang tua, memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Dalam konteks ini, menjaga keluarga dari penggunaan gadget yang berlebihan serta konten yang tidak pantas merupakan tugas utama kedua orang tua.

Dalam dalil lain, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat At-Tahrim ayat 6 yang artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Para ulama banyak menafsirkan bahwa memelihara keluarga termasuk di dalamnya menjaga pergaulan, memperhatikan pendidikannya, serta membentengi keluarga dari bahaya moral dan ancaman era digital saat ini.

Dengan demikian, peran orang tua dan seluruh anggota keluarga pada umumnya dalam meminimalisasi penggunaan gadget secara berlebihan sangatlah diperlukan demi menjaga keutuhan, keharmonisan, dan kehangatan keluarga tercinta. Wallahu a’lam….***

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu