Dekat Sumur Jobong
Meski telah berlalu hampir satu abad, fisik bangunan di Pandean Gang I No. 36 ini masih tampak kokoh. Struktur aslinya, sebagaimana digunakan pada 1924-an, sebagian besar masih terjaga. Hanya terlihat sedikit perubahan berupa penambahan ruang di bagian depan rumah. Tapi tidak menghilangkan karakter asli bangunan tersebut.
Secara geografis, lokasinya sangat strategis. Hanya terpaut beberapa meter dari situs bersejarah Sumur Jobong. Yaitu sebuah situs cagar budaya yang berupa sumur kuno peninggalan era Kerajaan Majapahit. Diperkirakan dibangun pada tahun 1430-an, dan sama-sama berlokasi di Pandean Gang I.
Keunikan tempat sekolah HIS Muhammadiyah ini juga terletak pada bentuk bangunannya. Ia memanjang hingga sekitar 100 meter lebih, dengan lebar 12-an meter. Konstruksi ini membuat bangunan tersebut memanjang tembus dari Gang I hingga Gang II.
Saat digunakan sebagai HIS Muhammadiyah, bangunan ini dibagi menjadi dua fungsi utama. Bagian depan yang menghadap ke Gang I dialokasikan sepenuhnya untuk aktivitas belajar-mengajar. Sementara bagian yang menghadap ke Gang II difungsikan sebagai rumah induk tempat tinggal pemilik.
“Jadi rumah ini disekat menjadi dua fungsi utama. Bangunan yang menghadap ke gang I digunakan untuk sekolah. Sementara yang menghadap ke gang II dijadikan sebagai tempat tinggal keluarga ayahnya abdullatif Zain,” jelas Budi.
Proporsi pembagian ruang pun menunjukkan betapa pendidikan menjadi prioritas utama. Bagian sekolah menempati luas sekitar 70 meter, sementara rumah induk hanya menempati sekitar 30 meter. Berdempetan dengan rumah induk, terdapat bangunan yang dulunya digunakan sebagai gudang batik. Dengan luas yang sejajar, yakni 30 x 12 meter.
“Gedung batik itu yang sekarang menjadi rumah yang saat ini saya tempati,” jelas Budi. Sementara untuk rumah induknya sendiri yang menghadap ke gang II, persis berada di depan Masjid Al-Akbar. Masjid yang berdiri tepat di tengah-tengah gang.
Jika ditarik garis imajiner, keseluruhan kompleks bangunan sekolah dan rumah induk itu membentuk pola huruf “L”. Di sisi timur bangunan sekolah, dulunya terdapat lahan kosong yang kini hanya tinggal kenangan. Lahan tersebut dahulu disulap menjadi halaman sekolah yang asri. Lengkap dengan beraneka ragam mainan edukatif untuk mendukung proses belajar para siswa.
Bangunan di Pandean Gang I ini bukan sekadar susunan batu bata dan kayu tua. Ia adalah prasasti hidup yang merekam semangat jihad di bidang pendidikan. Di sinilah benih-benih kader Muhammadiyah pertama kali disemai. Jauh sebelum organisasi ini menjadi pilar pendidikan modern di Indonesia seperti saat ini.





0 Tanggapan
Empty Comments