Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Gresik resmi membuka Musyawarah Cabang (Musycab) XVII pada Minggu (12/7/2026) di Auditorium Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG). Musyawarah yang mengusung tema “Transformasi Perkaderan Berbasis Ikatan: Upaya Peneguhan Nilai-Nilai Profetik” ini menjadi forum permusyawaratan tertinggi IMM di tingkat cabang untuk mengevaluasi kepengurusan sekaligus menentukan arah organisasi pada periode berikutnya.
Musycab XVII diikuti oleh empat delegasi dari masing-masing 10 komisariat IMM se-Cabang Gresik sebagai peserta tetap. Para peserta akan mengikuti rangkaian sidang organisasi yang meliputi pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus, penyusunan rekomendasi organisasi, hingga pemilihan formatur pimpinan cabang.
Pembukaan Musycab XVII turut dihadiri perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik, serta Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IMM Jawa Timur.
Mewakili DPD IMM Jawa Timur, Ivan Eka Trisniawan, S.Kom., menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai profetik dalam proses perkaderan di tengah tantangan zaman yang terus berkembang. Pada kesempatan tersebut, ia juga membuka Musycab XVII secara resmi.
“Transformasi perkaderan bukan sekadar mengubah pola struktural, melainkan bagaimana kita menancapkan kembali nilai-nilai profetik, yakni humanisasi, liberasi, dan transendensi ke dalam diri setiap kader. IMM Gresik harus adaptif, namun tetap kokoh secara ideologis,” tegas Ivan.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Dr. Mohammad Ahyan Yusuf Sya’bani, S.Pd.I., M.Pd.I., yang hadir mewakili Rektor UMG, menyampaikan dukungan kampus terhadap proses kaderisasi IMM sebagai bagian dari penguatan dakwah di lingkungan perguruan tinggi.
“Kampus akan selalu mendukung ruang-ruang dialektika dan perkaderan IMM. Melalui Musycab ini, kami berharap lahir gagasan-gagasan berkemajuan yang mampu membawa perubahan nyata, baik bagi internal ikatan maupun masyarakat luas,” ujarnya.
Perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Gresik, H. Yusuf Diachmad Sabri, S.T., M.B.A., juga mengingatkan pentingnya menjaga peran IMM sebagai kader pelangsung perjuangan Muhammadiyah.
“Kader IMM adalah masa depan persyarikatan. Gunakan momentum Musycab ini tidak hanya untuk memilih nakhoda baru, tetapi juga merumuskan strategi perkaderan yang mampu menjawab kebutuhan zaman tanpa kehilangan identitas sebagai gerakan ilmu dan gerakan dakwah,” tuturnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga independensi organisasi dalam proses demokrasi internal.
“Untuk melahirkan organisasi yang benar-benar berkemajuan, iklim demokrasi di dalam ikatan harus dijaga agar tetap sehat dan murni. Segala keputusan, narasi, dan arah gerak kepemimpinan ke depan harus lahir dari rahim dialektika kader sendiri tanpa intervensi dari pihak luar yang dapat mencederai independensi ikatan,” pungkasnya.
Setelah pembukaan, Musycab XVII dilanjutkan dengan sidang pleno, penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, pembahasan rekomendasi organisasi, serta pemilihan formatur Pimpinan Cabang IMM Kabupaten Gresik periode berikutnya.
Seluruh rangkaian sidang tersebut menjadi bagian dari mekanisme permusyawaratan organisasi dalam menentukan kepengurusan dan arah kebijakan PC IMM Kabupaten Gresik untuk periode selanjutnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments