Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Semarak Kemerdekaan Tanpa Layar, KKN-T 26 Umsida Ajak Siswa SD Seru-seruan Lewat Permainan Tradisional

Iklan Landscape Smamda
Semarak Kemerdekaan Tanpa Layar, KKN-T 26 Umsida Ajak Siswa SD Seru-seruan Lewat Permainan Tradisional
Semangat merayakan kemerdekaan dengan permainan tradisional Mahasiswa KKN-T Kelompok 26 Umsida bersama Siswa SDN Watesari, Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Gresik, Sabtu (22/8/2026). (Marcella/PWMU.CO).
pwmu.co -

Semangat merayakan kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan dengan kegiatan yang meriah dan modern.

KKN-T Kelompok 26 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo kembali mengajak siswa SD Negeri Watesari, Desa Watesari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, untuk menikmati keseruan bermain bersama melalui rangkaian permainan tradisional pada Sabtu pagi (22/8/2026).

Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari program pendidikan “Bijak Bermain Gadget, Kenali Permainan Tradisional” yang sebelumnya telah diberikan kepada para siswa.

Jika pada kegiatan sebelumnya mahasiswa mengenalkan dampak penggunaan gadget sekaligus mengajak anak mengenal permainan tradisional. Kali ini pesan tersebut diwujudkan melalui lomba permainan tradisional dalam suasana perayaan kemerdekaan.

Bermain Bersama, Rayakan Kemerdekaan

Sejak pagi, siswa tampak antusias mengikuti kegiatan yang dikemas dalam bentuk perlombaan.

Beberapa permainan tradisional seperti ular berbisa, gobak sodor, dan estafet kertas dipilih untuk mengajak anak-anak bergerak aktif sekaligus membangun interaksi dengan teman-temannya.

Permainan tidak hanya menjadi ajang untuk menentukan pemenang. Di dalamnya terdapat unsur kerja sama, komunikasi, kecepatan, ketangkasan, dan sportivitas yang membuat anak-anak belajar sambil bermain.

Sorak-sorai dan tawa siswa pun mewarnai jalannya perlombaan. Mereka saling memberikan semangat kepada anggota kelompok dan berusaha menyelesaikan setiap permainan dengan kompak.

Dari Gadget, Kembali ke Permainan Tradisional

Kegiatan ini sengaja dibuat sebagai bentuk nyata dari pesan yang sebelumnya disampaikan melalui program “Bijak Bermain Gadget, Kenali Permainan Tradisional”.

Mahasiswa ingin menunjukkan kepada siswa bahwa mengurangi waktu bermain gadget bukan berarti kehilangan kesenangan.

Justru, berbagai aktivitas sederhana yang dapat dilakukan bersama teman dan tidak membutuhkan layar.

Permainan tradisional menjadi salah satu alternatif yang dapat membuat anak lebih banyak bergerak sekaligus berinteraksi secara langsung.

Ketua KKN-T Kelompok 26, M Bagus Achsanul Qolbi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari edukasi yang sebelumnya telah diberikan kepada siswa.

“Sebelumnya kami sudah mengajak anak-anak memahami bagaimana menggunakan gadget dengan bijak dan mengenalkan permainan tradisional. Minggu ini kami ingin menunjukkan secara langsung bahwa bermain tanpa gadget juga bisa menyenangkan” terang Bagus.

“Apalagi bertepatan dengan suasana kemerdekaan, jadi kami kemas dalam bentuk perlombaan agar anak-anak bisa bermain bersama, bergerak, dan belajar bekerja sama” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi cara mahasiswa untuk memberikan contoh kepada anak-anak bahwa penggunaan gadget perlu diimbangi dengan aktivitas lain yang lebih aktif dan melibatkan interaksi sosial.

SMPM 5 Pucang SBY

Bermain, Bergerak, Belajar Bersama

Melalui permainan ular berbisa, gobak sodor, hingga estafet kertas, siswa tidak hanya dituntut untuk memenangkan perlombaan, tetapi juga belajar mengikuti aturan dan menghargai teman.

Gobak sodor misalnya, mengajarkan anak untuk menyusun strategi dan bekerja sama dengan anggota kelompok. Sementara permainan estafet kertas mendorong mereka untuk lebih fokus dan menjaga kekompakan tim.

Permainan ular berbisa pun membuat suasana semakin ramai karena siswa harus bergerak dan mengikuti instruksi bersama kelompoknya.

Salah satu siswa, Ryan, mengaku senang mengikuti perlombaan tersebut. Baginya, bermain bersama teman secara langsung terasa lebih seru karena bisa berlari, tertawa, dan saling menyemangati.

“Aku paling suka gobak sodor karena bisa lari-larian sama teman. Seru banget, apalagi kalau ada yang hampir ketangkap. Aku juga senang main sama teman-teman, jadi nggak cuma main HP” cerita Ryan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Anak-anak yang sebelumnya terbiasa dengan aktivitas menggunakan gadget diajak merasakan kembali keseruan permainan yang mengandalkan interaksi langsung.

Semangat Kemerdekaan, Semangat Bermain Bersama

Perlombaan permainan tradisional ini menjadi salah satu cara KKN-T 26 memperkuat pesan dari program pendidikan sebelumnya.

Anak-anak tidak hanya diberikan pemahaman mengenai penggunaan gadget secara bijak, tetapi juga diberikan alternatif nyata untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang menyenangkan.

Semangat kemerdekaan pun terasa semakin kuat melalui kegiatan yang menempatkan kebersamaan sebagai bagian utama.

Tidak ada layar yang memisahkan, hanya ada ruang bermain, teman-teman, dan semangat untuk menyelesaikan permainan bersama.

Melalui kegiatan ini, KKN-T 26 Umsida ingin menunjukkan bahwa menjadi bijak dalam menggunakan gadget bukan berarti harus menjauhinya sepenuhnya.

Anak-anak hanya perlu belajar menyeimbangkan waktu di depan layar dengan bermain, bergerak, berinteraksi, dan menikmati keseruan bersama teman.

Karena terkadang, permainan paling sederhana justru menghadirkan cerita masa kecil yang paling berkesan.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu