Suasana halaman SD Muhammadiyah 16 Surabaya semakin semarak dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Jumat (14/8/2026). Di tengah rangkaian pawai kemerdekaan, siswa Student Lighthouse Team (SLhT) atau IPM Kids mengambil peran sebagai penggerak Senam Anak Indonesia Sehat.
Bukan sekadar hiburan, senam tersebut menjadi bagian dari pembelajaran kepemimpinan. Para siswa SLhT dan IPM Kids diberi kepercayaan untuk memandu teman-temannya bergerak mengikuti irama. Dari depan, mereka menunjukkan gerakan senam, sementara siswa lainnya mengikuti dengan penuh antusias.
Kegiatan ini membuat suasana peringatan kemerdekaan semakin hidup. Siswa yang sebelumnya mengikuti pawai dengan beragam kostum kembali berkumpul dan bergerak bersama dalam satu irama.
Wakil Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ida Afifah, S.Pd., mengatakan keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan di sekolah.
“Anak-anak tidak hanya menjadi peserta kegiatan. Mereka kita beri ruang untuk tampil, memimpin, dan mengajak teman-temannya bergerak bersama,” ujar Ida.
Menurutnya, pengalaman memandu senam memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih keberanian dan komunikasi di depan banyak orang.
“Ketika anak-anak SLhT berdiri di depan dan memimpin senam, mereka belajar percaya diri. Mereka harus mampu berkomunikasi, memberikan contoh gerakan, sekaligus memastikan teman-temannya dapat mengikuti,” tuturnya.
Ida menambahkan, konsep kepemimpinan yang dikembangkan sekolah tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik.
“Kepemimpinan itu tidak selalu tentang menjadi juara atau mendapatkan penghargaan. Anak-anak belajar bahwa seorang pemimpin juga harus mampu mengajak orang lain melakukan kegiatan positif,” katanya.
SLhT Belajar Memimpin dari Depan
Keterlibatan SLhT atau IPM Kids dalam Senam Anak Indonesia Sehat menjadi salah satu bentuk nyata pembelajaran kepemimpinan melalui pengalaman langsung.
Siswa yang bertugas sebagai pemandu harus mempersiapkan diri sebelum tampil. Mereka tidak hanya menghafal gerakan, tetapi juga belajar mengatur tempo dan menjaga semangat peserta.
“Anak-anak belajar bahwa ketika dipercaya menjadi pemimpin, mereka harus mempersiapkan diri. Tidak bisa hanya tampil di depan, tetapi harus memberikan contoh yang benar dan mampu mengajak teman-temannya,” ungkap Ida.
Gerakan senam yang dilakukan bersama juga menciptakan suasana kebersamaan. Siswa dari berbagai kelas dapat mengikuti kegiatan tanpa sekat.
“Senam ini menjadi aktivitas sederhana, tetapi nilai pendidikannya besar. Anak-anak belajar disiplin, mengikuti aturan, menjaga kebugaran, dan bergerak bersama,” tambahnya.
Semangat Kemerdekaan dan Hidup Sehat
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di SD Muhammadiyah 16 Surabaya memang dikemas dengan berbagai aktivitas. Mulai dari pawai, pembagian polo pendem kepada masyarakat, penampilan musik dan puisi, hingga pengundian hadiah.
Namun, Senam Anak Indonesia Sehat memberikan pesan tersendiri bahwa mengisi kemerdekaan juga dapat dilakukan dengan membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia sekolah.
Humas SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Agus Mulyadi, M.Pd., mengatakan aktivitas tersebut menjadi pelengkap rangkaian peringatan kemerdekaan.
“Anak-anak diajak bergembira, tetapi tetap mendapatkan pesan tentang pentingnya kesehatan. Senam menjadi salah satu cara agar mereka menikmati kegiatan kemerdekaan sekaligus aktif bergerak,” jelas Agus.
Ia mengapresiasi keberanian siswa SLhT dan IPM Kids yang tampil memandu senam.
“Anak-anak yang memimpin senam menunjukkan bahwa mereka mampu mengambil peran. Ini sejalan dengan semangat sekolah untuk memberikan ruang kepada siswa agar menjadi pemimpin dalam berbagai kegiatan,” katanya.
Hingga sekitar pukul 10.20 WIB, antusiasme siswa masih terlihat. Mereka mengikuti rangkaian acara dengan penuh energi, termasuk senam yang dipandu teman-teman mereka sendiri.
Bagi SLhT dan IPM Kids, Senam Anak Indonesia Sehat menjadi lebih dari sekadar gerakan bersama. Di hadapan teman-temannya, mereka belajar tampil percaya diri, berkomunikasi, memimpin, dan mengajak orang lain melakukan aktivitas positif.
Dari gerakan sederhana, siswa belajar menjadi pemimpin. Dari tubuh yang sehat, tumbuh generasi yang siap mengisi kemerdekaan. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments