SD Muhammadiyah 4 Zamzam menggelar Shalat iduladha 1447 Hijriah perdana di halaman sekolah, Rabu (27/5/2026).
Kegiatan yang berada di bawah naungan PCM Sepanjang tersebut diikuti siswa-siswi, wali murid, para asatidz, hingga masyarakat sekitar. Sejak pagi, gema takbir berkumandang mengiringi kedatangan jamaah yang memadati area sekolah.
Momentum tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menghadirkan pendidikan Islam yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hidup dalam praktik ibadah dan penguatan karakter.
Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Muhammad Anas Fikri, menyampaikan bahwa iduladha merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial kepada anak-anak sejak dini.
“Alhamdulillah, tahun ini menjadi sejarah baru bagi SD Muhammadiyah 4 Zamzam karena untuk pertama kalinya kami dapat melaksanakan Shalat Iduladha bersama di sekolah. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari pendidikan karakter Islami dan penguatan nilai-nilai Muhammadiyah kepada siswa,” tuturnya.
Menurutnya, pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga membentuk manusia berkemajuan yang memiliki akhlak, kepedulian sosial, dan semangat ibadah.
Semangat tersebut terlihat dari antusiasme warga sekolah dalam ber-Kurban tahun ini. Tercatat, panitia berhasil menghimpun tiga ekor sapi dan enam ekor kambing yang berasal dari partisipasi siswa, wali murid, serta tabungan Kurban para asatidz.
Semangat berbagi itu sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah Kurban bukan sekadar ritual, tetapi bentuk ketaatan dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Usai pelaksanaan salat, siswa kelas 4, 5, dan 6 mengikuti proses penyembelihan hewan Kurban secara langsung dengan pendampingan guru.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami tata cara penyembelihan sesuai syariat Islam sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian sosial.
Pembelajaran iduladha kemudian dilanjutkan di aula sekolah melalui berbagai kegiatan edukatif dan Islami.
Acara diawali sarapan soto bersama yang menghadirkan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Setelah itu, siswa menikmati penampilan nasyid Islami yang dibawakan siswa-siswi Zamzam.
Lantunan syair bernuansa dakwah tersebut menambah semarak suasana iduladha sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Islam melalui seni yang positif.
Kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah mengenai makna Kurban dan keteladanan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS.
Dalam tausiyah tersebut, siswa diajak memahami bahwa Kurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga belajar tentang ketaatan total kepada Allah SWT, keikhlasan, dan pengorbanan demi kemaslahatan umat.
Puncak acara di aula ditandai dengan penampilan drama kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang diperankan langsung oleh siswa-siswi.
Dengan penuh penghayatan, para siswa menampilkan perjalanan dakwah Nabi Ibrahim hingga kisah keteguhan Nabi Ismail dalam menjalankan perintah Allah SWT.
Penampilan tersebut mendapat apresiasi dan tepuk tangan meriah dari wali murid maupun guru.
Kepala Urusan Bidang Humas dan Ismuba, Herman, menjelaskan bahwa kegiatan iduladha tahun ini merupakan bagian dari implementasi pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa qurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga melatih keikhlasan, ketaatan, serta semangat berbagi kepada sesama. Inilah nilai yang terus ditanamkan Muhammadiyah melalui pendidikan,” jelasnya.
Menurut Herman, spirit iduladha sangat relevan dengan gerakan dakwah Muhammadiyah yang menekankan Islam berkemajuan dan kebermanfaatan sosial.
Karena itu, hasil penyembelihan hewan Kurban nantinya akan dibagikan kepada seluruh warga sekolah, masyarakat sekitar, serta PRM di sekitar sekolah.
Semangat berbagi tersebut juga sejalan dengan firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj ayat 37:
“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa esensi Kurban terletak pada ketulusan hati dan ketakwaan, bukan semata banyaknya hewan yang disembelih.
Salah satu wali murid, Siti Rahmawati, mengaku terkesan dengan konsep pembelajaran iduladha di sekolah.
“Anak-anak tidak hanya diajak melihat qurban, tetapi benar-benar memahami maknanya. Mereka belajar berbagi, belajar taat kepada Allah, dan belajar peduli kepada sesama. Kegiatan seperti nasyid, tausiyah, dan drama tadi membuat anak-anak lebih mudah memahami pelajaran agama dengan cara yang menyenangkan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 4 Zamzam kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan Islam yang mencerahkan dan berkemajuan.





0 Tanggapan
Empty Comments