Jidor yang merupakan musik tradisional khas Desa Sendangagung turut memeriahkan malam melekan pengantin atau malam hajatan pernikahan.
Agenda ini terhelat oleh salah satu tokoh Muhammadiyah Sendangagung, H Milkan Muin dan istrinya yang juga tokoh Aisyiyah setempat, Hj Sri Asian di Jalan Lebak Barat RT 01 RW 02 Sendangagung Paciran Lamongan, Kamis (04/06/2026).
Melekan adalah malam dimulainya hajatan yang oleh tradisi lokal Sendangagung dimasakkan Sego Muduk oleh ibu-ibu di dapur belakang.
Adapun bapak-bapak di depan rumah bermain musik jidor dengan 8 rebana dibantu gendang-gendung dan dua jidor sebagai bassnya.
Hadir dan ikut membersamai acara melekan tersebut tokoh Muhammadiyah Babat Lamongan, H. Munashir dan Hadi Subroto, PRM Sendangagung A. Muhtar, H. Ulin Nuha dan Gondo Waloyo.
“Saya merasa bangga bisa menyaksikan kolaborasi main jidor, PRPM Sendangagung dengan para seniman seni tradisional jidor khas Sendangagung dalam malam hajatan pernikahan putri ragil keluarga H. Milkan Muin yang juga suami Hj Sri Asian bernama Asri Maulidya STr Kes berjodoh dengan Ahmad Reza Setiawan SH” ujar Gondo Waloyo yang menjabat Wakil Ketua Bidang Kader dan Sumberdaya Insani PRM Sendangagung ini.
“Nderek mangayubagyo lan memuji dumateng Gusti Allah, mugi-mugi temanten kekaleh Mbak Dya lan Mas Reza tansah keparingan berkat kawilujengan anggenipun anglampahi gesang akrami dadoso keluarga Sakinah,Wamaddah,Warahmah,” ucap Agus Purnomo (Agus Kuprit), anggota jidor PRPM Sendangagung ini.
Artinya: Turut merasa bahagia serata berdoa kepada Allah semoga penganten Mbak Dya dan Mas Reza dilimpahkan kehidupan yang berkah dan semoga jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.
Nampak pemain senior beraksi menunjukan kelihaiannya memainkan alat musik perkusi yang rancak didengar penuh harmonik perpaduan antara pukulan 8 rebana, diikuti gendang dan dua jidor sebagai bassnya.
Di usia mereka yang tak muda lagi, rata-rata di atas 60 tahun mereka tetap eksis melestarikan budaya lokal setempat, Sarianto penabuh gendang, H. Muhith pemegang gendung, H. Warjadi rebana satu, H. Milkan rebana dua, Mahfudz (Roling) rebana tiga, dan Nadhim rebana empat, Kasdono penabuh jidor.
Sementara yang yunior, pemain jidor Pemuda Bersinar ada Agus Purnomo, Agus Yohendi, Nurhadi, Salman Ahsanul Khuluq, Ahmad Hanif, mereka mengamati penuh seksama. Seolah tak mau lepaskan pandangan sedikitpun, semangat ingin meniru terlihat jelas dari cara mereka mengamati.
Malam melekan yang diiringi jidor seluruh grup jidor dari Sendang komplek berakhir tepat Jam 22.45 WIB dengan irama jidor pungkasan Celeng Mogok, usai makan malam bersam.
Agenda ini menjadi simbol kebersamaan mereka pamit undur diri sambil membawa berkat atau bungkusan dari Shahibul baiti. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments