Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menegaskan komitmennya menjadi kampus yang mampu melahirkan atlet berprestasi kelas dunia. Hal itu diwujudkan melalui pemberian bonus dan penghargaan kepada mahasiswa sekaligus atlet panjat tebing nasional, Putra Tri Ramadhani, yang mencetak sejarah dengan meraih medali emas pada nomor lead putra World Climbing Series 2026 di Praha, Republik Ceko.
Prestasi tersebut bukan sekadar kemenangan individu. Atlet asal Kediri itu menjadi atlet Indonesia pertama sekaligus atlet Asia Tenggara pertama yang berhasil merebut emas nomor lead pada ajang bergengsi World Climbing Series, sebuah pencapaian yang mengangkat nama Indonesia di panggung panjat tebing dunia.
Kepulangan Putra ke kampus pada Selasa (21/7/2026) disambut langsung oleh Rektor Umsura Prof. Dr. Mundakir S.Kep.,Ns.,M.Kep. FISQua beserta jajaran pimpinan universitas, dekan, dan ketua program studi.
Dalam kesempatan itu, Umsura menyerahkan bonus berupa uang tunai dan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi internasional yang diraihnya.
Pada babak final di Praha, Putra mengumpulkan 43 poin, mengungguli atlet Jepang Neo Suzuki yang meraih 39 poin. Sementara medali perunggu diraih atlet Austria Jakob Schubert.
Keberhasilan tersebut melengkapi performa impresif Putra sepanjang musim kompetisi. Sepekan sebelumnya, ia juga berhasil membawa pulang medali perunggu pada seri World Climbing Series di Chamonix, Prancis.
Dua podium internasional secara beruntun menjadi bukti konsistensinya sebagai salah satu pemanjat terbaik dunia saat ini.
Prof. Mundakir mengatakan prestasi Putra menunjukkan bahwa mahasiswa dapat tetap berprestasi di level internasional tanpa harus mengorbankan pendidikan.
“Kami keluarga besar Universitas Muhammadiyah Surabaya mengucapkan selamat kepada Putra Tri Ramadhani atas prestasi luar biasa ini. Medali emas di ajang dunia bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga dan universitas, tetapi juga seluruh rakyat Indonesia,” ujar Mundakir.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sistem pembelajaran yang fleksibel mampu mendukung mahasiswa untuk berkembang secara optimal, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Dia menegaskan, Umsura terus membangun ekosistem pendidikan yang ramah bagi atlet profesional sehingga mereka tetap dapat menyelesaikan studi sambil menjalani pelatihan dan mengikuti berbagai kejuaraan internasional.
“Umsura berkomitmen menjadi rumah bagi para atlet profesional. Kami ingin mereka tetap bisa mengejar prestasi dunia tanpa harus meninggalkan bangku kuliah. Pendidikan dan prestasi olahraga harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Mundakir menambahkan, pemberian bonus kepada Putra merupakan tradisi kampus sebagai bentuk penghargaan bagi mahasiswa yang membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional.
Dia berharap capaian tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi sesuai bidang masing-masing.
“Kami berharap Putra terus menjaga performanya dan mempersiapkan diri menghadapi Asian Games di Jepang pada September mendatang. Semoga prestasi ini menjadi awal dari lebih banyak sejarah yang akan ditorehkan,” katanya.
Sementara itu, Putra Tri Ramadhani mengaku masih sulit percaya dapat berdiri di podium tertinggi World Climbing Series.
“Sebenarnya saya tidak menyangka bisa menjadi juara dan mendapatkan medali emas. Rasanya benar-benar di luar dugaan,” ungkapnya.
Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Umsura itu mengaku dukungan kampus menjadi salah satu faktor penting yang membuatnya mampu menjaga keseimbangan antara pendidikan dan karier sebagai atlet nasional.
Menurut Putra, fleksibilitas akademik yang diberikan Umsura membuatnya dapat mengikuti pemusatan latihan dan berbagai kompetisi internasional tanpa kehilangan kesempatan menyelesaikan studi.
“Saya bersyukur mendapat dukungan penuh dari kampus. Kurikulum yang adaptif membuat saya tetap bisa kuliah sambil berlatih dan bertanding. Saya berharap bisa lulus tepat waktu sekaligus terus memberikan prestasi untuk orang tua, universitas, dan Indonesia,” ujarnya.
Kini, Putra langsung mengalihkan fokus menuju Asian Games 2026 di Jepang. Ia berharap dapat kembali mempersembahkan medali emas bagi Indonesia sekaligus melanjutkan tren positif yang telah mengantarkannya mencetak sejarah di World Climbing Series.
Bagi Umsura, keberhasilan Putra menjadi lebih dari sekadar capaian olahraga. Prestasi tersebut mempertegas posisi universitas sebagai kampus yang mampu mendampingi mahasiswa menembus panggung internasional, sekaligus membuktikan bahwa prestasi akademik dan prestasi olahraga dapat tumbuh bersama dalam satu ekosistem pendidikan yang mendukung talenta hingga level dunia. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments