Isu lingkungan menjadi pintu masuk yang digunakan Eco Bhinneka Muhammadiyah Ternate untuk membangun dialog dan kolaborasi lintas iman di Maluku Utara. Pengalaman tersebut dibagikan dalam sesi Sharing Session: Pelibatan Para Pihak.
Praktik Baik Implementasi Program JISRA Eco Bhinneka Muhammadiyah yang berlangsung di Aula Asrama Mahasiswa FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA), Jakarta (1/5/2026).
Dalam sesi tersebut, Usman Mansur dari Ternate menceritakan perjalanan pelaksanaan program Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA) Eco Bhinneka Muhammadiyah di wilayahnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman mengenai penguatan kerukunan dan pelestarian lingkungan.
Pengantar sesi disampaikan oleh Kepala Sekolah Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah, Ahsan Jamet Hamidi. Ia menjelaskan bahwa kerja-kerja lintas iman memerlukan proses membangun komunikasi dan keterbukaan yang dilakukan secara bertahap.
Usman mengaku bahwa pada tahap awal pelaksanaan program, dirinya belum memahami keterkaitan antara isu lingkungan dan kerukunan sosial.
“Jangankan mengerti, bingung pun tidak,” candanya yang disambut tawa peserta.
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program di Ternate sempat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan kapasitas, persoalan administrasi, hingga resistensi internal.
Menurutnya, tahap awal program menjadi proses penyesuaian dalam menghubungkan agenda lingkungan dan kerukunan di tingkat implementasi.
Namun, melalui pendekatan dialog dan keterbukaan, hubungan dengan tokoh agama serta komunitas anak muda lintas iman mulai terbangun.
Bersama berbagai komunitas, mereka kemudian mengadakan sejumlah kegiatan bersama, seperti aksi bersih pantai, pembagian takjil lintas agama, pengamanan perayaan Natal dan Idulfitri, hingga pendampingan desa.
“Kerusakan lingkungan berdampak ke semua orang, jadi penyelesaiannya juga harus dikerjakan bersama,” kata Usman.
Ia juga menyoroti pentingnya ruang perjumpaan lintas iman bagi generasi muda di Maluku Utara yang memiliki pengalaman konflik sosial pada masa lalu.
Menurutnya, dialog dan kerja bersama menjadi bagian penting dalam mengurangi prasangka yang diwariskan antargenerasi.
Dalam pelaksanaannya, Eco Bhinneka Muhammadiyah Ternate turut membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk memperluas ruang kolaborasi.
Dukungan tersebut membuka peluang kerja sama dalam berbagai kegiatan lingkungan dan agenda lintas komunitas di tingkat daerah.
Melalui forum ini, peserta memperoleh gambaran mengenai bagaimana isu lingkungan dapat menjadi ruang bersama untuk mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dalam membangun kolaborasi sosial yang lebih terbuka. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments