Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Masihkah Ada Pak AR di Zaman Ini?

Iklan Landscape Smamda
Masihkah Ada Pak AR di Zaman Ini?
AR Fachruddin berpidato pada Sidang Pleno Gabungan Muktamar Muhammadiyah ke-41 di Surakarta. Foto: Anizar M Yasmine/Tempo

Karena itu, pertanyaan “Masihkah ada keteladanan Pak AR?” sebenarnya bukan pertanyaan tentang Pak AR.

Pak AR sudah selesai dengan zamannya. Yang belum selesai adalah kita. Pertanyaannya adalah: Apakah nilai-nilai itu masih hidup?

Apakah pemimpin masih mau hidup sederhana? Apakah jabatan masih dipandang sebagai amanah?

Apakah orang kecil masih mendapat tempat yang sama? Apakah dakwah masih lebih penting daripada amplop?

Apakah perbedaan masih bisa diselesaikan dengan senyum? Apakah kritik masih bisa disampaikan tanpa kebencian?

Dan yang paling penting: Apakah kita masih ingin menjadi pemimpin yang melayani?

Atau kita justru sedang membangun budaya baru. Budaya di mana pemimpin harus selalu dilayani. Harus disambut. Harus dihormati. Harus diberi fasilitas. Harus didahulukan.

Kalau itu yang terjadi, kita perlu berhenti sebentar. Menoleh ke belakang. Melihat kembali perjalanan Pak AR. Bukan untuk mengultuskannya. Bukan pula untuk mengatakan bahwa zamannya harus diulang. Tetapi untuk mengambil nilai.

Sebab zaman boleh berubah. Teknologi boleh berubah. Organisasi boleh berkembang. Kebutuhan umat boleh semakin kompleks. Tetapi satu hal tidak boleh berubah: pemimpin tetap harus menjadi manusia yang bermanfaat.

SMPM 5 Pucang SBY

Pak AR telah memberi contoh. Dia memimpin dengan kesederhanaan. Dia berdakwah dengan ketulusan. Dia berbeda tanpa memusuhi. Dia tegas tanpa marah. Dia besar tanpa merasa besar.

Mungkin karena itulah namanya tetap hidup. Bukan karena dia pernah menjadi Ketua Umum Muhammadiyah selama 22 tahun.

Tetapi karena setelah tidak lagi menjabat, keteladanannya masih terus dibicarakan.

Itulah ukuran seorang pemimpin. Jabatan bisa berakhir. Keteladanan tidak.

Dan mungkin, di tengah hiruk-pikuk kepemimpinan hari ini, kita memang perlu bertanya sekali lagi:

Masihkah kita memiliki keberanian untuk menjadi seperti Pak AR? (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 01/09/2026 12:13
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu