Peringatan Milad ke-109 Aisyiyah yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sidoarjo di kompleks SMA Muhammadiyah 3 Tulangan (Smamuga), Ahad (31/5/2026), dihadiri ribuan warga Aisyiyah, Muhammadiyah, organisasi otonom (Ortom), serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut juga menghadirkan tokoh Muhammadiyah, Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, sebagai pemateri Tabligh Akbar.
Area kegiatan yang menempati lahan sekitar 2.000 meter persegi di samping kampus Smamuga dipadati peserta sejak pagi hari. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Syafiq menyampaikan tausiyah bertema Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.
Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya dakwah kemanusiaan sebagai bagian dari upaya membangun perdamaian di tingkat lokal, nasional, maupun global.
Aisyiyah dan Peran Strategis dalam Muhammadiyah
Di hadapan peserta yang hadir, Prof. Syafiq menyampaikan bahwa Aisyiyah memiliki peran penting dalam perjalanan Muhammadiyah selama lebih dari satu abad.
Menurutnya, berbagai program dan amal usaha Muhammadiyah berkembang melalui keterlibatan aktif kader-kader Aisyiyah di berbagai bidang.
“Tanpa Aisyiyah, saya kira Muhammadiyah tidak akan bisa berjalan seperti sekarang. Banyak program yang sulit dilakukan oleh bapak-bapak dan justru dapat dijalankan dengan sangat baik oleh ibu-ibu. Karena itu, tidak mungkin Muhammadiyah berjalan sendiri tanpa melibatkan Aisyiyah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sinergi Muhammadiyah dan Aisyiyah telah memberikan kontribusi bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan.
Dakwah Kemanusiaan dan Keteladanan Rasulullah
Prof. Syafiq menjelaskan bahwa dakwah kemanusiaan memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam dan keteladanan Nabi Muhammad Saw.
Menurutnya, Rasulullah Saw menunjukkan sikap kasih sayang dan keadilan kepada seluruh manusia tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun golongan.
“Rahmatan lil alamin yang dicontohkan Rasulullah Saw adalah bagaimana memperlakukan manusia dengan kasih sayang dan keadilan. Nilai inilah yang harus terus dihidupkan oleh Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam setiap gerakan dakwahnya,” tuturnya.
Perdamaian dan Tantangan Global
Dalam tausiyahnya, Prof. Syafiq juga menyoroti berbagai tantangan global yang dihadapi masyarakat dunia saat ini, termasuk konflik, peperangan, serta persoalan lingkungan hidup.
Ia menjelaskan bahwa perubahan iklim dan kerusakan lingkungan berdampak pada berbagai aspek kehidupan manusia.
“Krisis iklim bukan hanya mengancam kelompok atau bangsa tertentu, tetapi seluruh umat manusia dan makhluk hidup di muka bumi. Karena itu, upaya menjaga lingkungan merupakan bagian dari ikhtiar menciptakan perdamaian,” jelasnya.
Menurutnya, berbagai upaya pelestarian lingkungan perlu menjadi perhatian bersama karena berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.
“Ketika sumber daya semakin terbatas, gesekan akan semakin mudah terjadi. Karena itu, menjaga bumi juga berarti menjaga perdamaian,” tegasnya.
Kiprah Muhammadiyah dalam Kemanusiaan
Prof. Syafiq mengapresiasi berbagai program Muhammadiyah yang berkaitan dengan kebencanaan, lingkungan hidup, dan kemanusiaan. Ia menilai kerja sama dan gotong royong menjadi bagian penting dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kerja sama dan gotong royong menjadi sangat penting. Semua pihak harus bahu-membahu menyelamatkan kehidupan dan masa depan generasi mendatang,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengulas keterlibatan Muhammadiyah dalam berbagai upaya perdamaian di tingkat internasional, termasuk proses pendampingan dialog damai di Filipina Selatan.
“Perjanjian perdamaian itu menjadi tonggak sejarah penting. Muhammadiyah turut hadir sebagai saksi dalam proses yang membawa harapan baru bagi masyarakat Filipina Selatan,” ungkap mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) tersebut.
Menurutnya, peran kader Aisyiyah juga turut mendukung pengembangan kegiatan dakwah dan sosial Muhammadiyah di Filipina.
“Aisyiyah memiliki jasa besar dalam menginisiasi dan menguatkan gerakan dakwah Muhammadiyah di Filipina,” katanya.
Kemanusiaan untuk Semua
Prof. Syafiq menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan harus diberikan kepada siapa pun yang membutuhkan tanpa membedakan identitas agama, suku, maupun kewarganegaraan.
“Kalau ada korban bencana, jangan ditanya Muhammadiyah atau bukan. Jangan ditanya Muslim atau bukan. Jangan ditanya warga negara mana. Semua manusia harus ditolong. Itulah makna sejati dakwah kemanusiaan,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pengakuan internasional yang diterima Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah sebagai salah satu tim medis darurat yang memenuhi standar internasional.
“Ini adalah momentum penting bagi internasionalisasi Muhammadiyah. EMT Muhammadiyah menjadi kebanggaan Indonesia dan Asia Tenggara dalam bidang layanan kemanusiaan,” ujarnya.
Menjelang akhir tausiyah, Prof. Syafiq menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Aisyiyah di bidang pendidikan yang telah mengelola ribuan lembaga pendidikan anak usia dini serta berbagai institusi pendidikan lainnya.
“Ini adalah amal luar biasa yang telah dilakukan Aisyiyah. Pendidikan menjadi salah satu kekuatan utama yang membawa manfaat besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola organisasi agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara optimal.
“SDM yang unggul saja tidak cukup. Harus ada perbaikan sistem, tata kelola, dan penguatan organisasi agar Muhammadiyah dan Aisyiyah semakin mampu memberikan pelayanan terbaik kepada kemanusiaan universal,” pesannya.
Mengakhiri tausiyahnya, Prof. Syafiq mengajak seluruh kader Muhammadiyah dan Aisyiyah untuk terus memperkuat organisasi dan memperluas manfaat bagi masyarakat.
“Mari terus semangat membangun organisasi ini agar semakin kokoh dan mampu menghadirkan kemanfaatan yang seluas-luasnya bagi umat manusia,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments