Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Berbuat Baik Tidak Akan Merugi

Iklan Landscape Smamda
Berbuat Baik Tidak Akan Merugi
Foto: Istimewa
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah

Di tengah kehidupan yang sering kali dipenuhi persaingan dan sikap saling mengharapkan balasan, berbuat baik terkadang terasa sia-sia. Ada kebaikan yang dilupakan, tidak dihargai, bahkan dibalas dengan keburukan.

Namun, bagi seorang mukmin, kebaikan tidak pernah menjadi investasi yang merugikan. Allah SWT telah menjanjikan bahwa setiap amal baik, sekecil apa pun, akan kembali kepada pelakunya dengan balasan terbaik, baik di dunia maupun di akhirat.

Allah SWT berfirman: “Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan.” (QS. Az-Zumar: 10).

Dalam ayat lain, Allah berfirman: “Dan barang siapa mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan kebaikan baginya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.” (QS. Asy-Syura: 23).

Begitu pula dalam QS. Al-Muzzammil ayat 20: “Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh balasannya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya.”

Itulah janji Allah, dan janji-Nya tidak pernah diingkari. Boleh jadi kebaikan yang kita lakukan tidak dikenang manusia.

Ada kalanya bantuan yang kita berikan tidak dihargai, bahkan ucapan terima kasih pun tidak kita terima. Namun, bukan berarti kebaikan itu hilang begitu saja.

Kehidupan ibarat sebuah ladang yang luas. Setiap amal baik adalah benih yang kita tanam. Mungkin ia tidak tumbuh di tempat yang sama saat kita menanamnya, tetapi Allah dapat menumbuhkannya di tempat lain dan mengembalikannya kepada kita dalam bentuk yang berbeda.

Kadang kebaikan itu hadir melalui rezeki yang tidak disangka-sangka. Kadang melalui pertolongan dari orang yang bahkan tidak kita kenal sebelumnya.

Ada pula yang dibalas dengan keselamatan dari musibah, ketenangan hati, kesehatan, atau pengampunan dosa.

Karena itu, jangan pernah berhenti berbuat baik hanya karena manusia tidak membalasnya. Berbuat baik bukanlah transaksi dengan sesama manusia, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT.

SMPM 5 Pucang SBY

Allah SWT berfirman: “Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu kembali kepada dirimu sendiri.” (QS. Al-Isra’: 7).

Pesan Luqman Al-Hakim kepada putranya juga mengingatkan bahwa tidak ada satu pun amal yang luput dari pengetahuan Allah:

“Wahai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu perbuatan seberat biji sawi, lalu berada dalam batu, di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya. Sungguh, Allah Maha Halus lagi Maha Teliti.” (QS. Luqman: 16).

Semua kebaikan yang kita lakukan sesungguhnya adalah bekal menuju kehidupan akhirat. Allah SWT berfirman:

“Dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah kepada orang lain sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu.” (QS. Al-Qashash: 77).

Karena itu, teruslah menebar kebaikan. Jangan menunggu dihargai manusia, jangan pula berharap balasan dari orang yang sama. Percayalah, Allah adalah sebaik-baik pemberi balasan.

Tidak ada kebaikan yang sia-sia. Tidak ada amal yang hilang. Semua tercatat dengan sempurna di sisi-Nya.

Rasulullah saw bersabda: “Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, niscaya Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta memudahkan langkah kita dalam bekerja, beribadah, dan menebarkan manfaat bagi sesama. (*)

Revisi Oleh:
  • Agus Wahyudi - 23/06/2026 13:30
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu