Dalam Muktamar terlihat kekompakan kaum tua dan muda Muhammadiyah di dalam mensukseskan acara tersebut. Demikian pula dalam acara hari ber-Muhammadiyah dan taklim dan tabligh Akbar, kaum tua dan mudanya bersatu padu dan bergotong-royong agar setiap kegiatan berjalan dengan baik dan sukses.
Hubungan harmonis Tua-Muda Muhammadiyah dapat dilihat pula dalam penyelenggaraan acara kegiatan persyarikatan yang bersifat formal dan informal.
Dalam Muktamar terlihat kekompakan kaum tua dan muda Muhammadiyah di dalam mensukseskan acara tersebut.
Demikian pula dalam acara hari ber-Muhammadiyah dan taklim dan tabligh Akbar, kaum tua dan mudanya bersatu padu dan bergotong-royong agar setiap kegiatan berjalan dengan baik dan sukses.
Keterlibatan kaum muda dalam momen tersebut terlihat dengan hadir dan tampilnya Tapak Suci Putra Muhammadiyah, KOKAM, HW, Pemuda Muhammadiyah, NA, IPM, IMM dan lain-lainnya.
Adapun kaum tuanya terlibat dengan kehadiran bapak-bapak Muhammadiyah dan kaum ibu dari Aisyiyah dengan pakaian seragamnya masing- masing.
Hubungan harmonis kaum tua dan kalangan muda Muhammadiyah ini benar-benar telah menghiasi keberadaan persyarikatan dalam masyarakat di Indonesia dan dunia. Hubungan inilah yang perlu dipelihara dalam situasi dan kondisi apapun.
Sebagai ormas Islam yang memiliki integritas, marwah, profesional, kemandirian dan Islamis, maka sudah seharusnya Muhammadiyah mampu menciptakan ke harmonisan warganya, tua dan muda.
Apalagi dalam mencapai tujuannya, yaitu mewujudkan masyarakat Islam berkemajuan dan diridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.





0 Tanggapan
Empty Comments