Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Malas Penyakit Hati Penghambat Rezeki

Iklan Landscape Smamda
Malas Penyakit Hati Penghambat Rezeki
Oleh : Muhsin MK

Ketahuilah bahwa apa yang luput dari kamu, tidak akan menimpa kamu, dan apa yang akan menimpamu tidak akan lepas dari kami. Ketahuilah bahwa kemenangan itu akan datang bersama kesabaran, kelapangan itu bersama problem, dan bersama kesulitan akan datang kemudahan”.  (HR. al-Tirmizi no. 2440, Ahmad no. 2537, 2627, 2666).

3. Giat dalam beribadah

Selain itu malas dapat diatasi dan disembuhkan dengan obat mujarab yakni. giat dalam beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagaimana disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

“Hendaknya salah seorang dari kalian (ibadah) shalat dalam keadaan semangat. Jika ia merasa lelah (malas), maka hendaknya ia beristirahat”. (HR. Ibnu Hibban, no. 2492; dan HR. Bukhari, no. 1150, HR. Muslim, no. 784, dan HR. An-Nasa’i, no. 1643).

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Setiap amal memiliki masa-masa semangat (saat seseorang itu begitu giat dalam beribadah), dan setiap semangat akan diikuti oleh atau dengan masa futur (kelemahan/kemalasan).

Barang siapa masa lemahnya masih ada dalam jalanku (tetap berada dalam ketaatan), maka ia akan mendapat petunjuk. Namun barang siapa masa lemahnya membawanya ke selain jalanku, maka ia telah tersesat.” (Dinyatakan sahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’).

4. Minta pertolongan Allah

Menghilangkan dan menyembuhkan berbagai penyakit termasuk malas dapat dilakukan dengan cara meminta pertolongan pada Allah Azza Wa Jalla.

Dia pasti memberikan pertolongan kepada hamba-hambanya. Sebab Dia yang menurunkan penyakit dan memberikan obatnya. (QS. As Sua’ ra:80).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menguat- kan dalam sabdanya. “Sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit, kecuali Allah juga yang menurunkan penawarnya (obatnya). Ada orang yang mengetahuinya dan ada pula yang tidak mengetahuinya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Selain itu Rasulullah juga memerintahkan agar penderita penyakit malas meminta pertolongan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sesuai sabda beliau,

“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah daripada mukmin yang lemah. Namun, keduanya tetap memiliki kebaikan. Maka bersemangat lah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu.

Minta tolonglah pada Allah, jangan lah engkau lemah (dan malas). Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan:

SMPM 5 Pucang SBY

‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah engkau katakan: ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) ini dapat membuka pintu setan.” (HR. Muslim).

5. Ikhtiar mencari rezeki

Menghilangkan dan menyembuhkan penyakit malas juga dapat diatasi dan diobati dengan cara berikhtiar untuk mencari rezeki dengan sungguh- sungguh. (QS. Al Anka- but:60,69, Al Insyirah:8, At Talaq:2-3, Ar Ra’d:11, Al Mulk:15, An Najm:39).

Tentang ikhtiar ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memberi tuntunan, sepeti disebutkan dalam sabdanya,

“Seandainya kalian benar-benar bertawakal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi pada pagi hari dalam keadaan perutnya lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan perutnya kenyang.” (HR. Tirmidzi, no. 2344; Ibnu Majah, no. 4164; Ahmad, 1:30).

Lalu menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah ada empat hal yang menghambat rezeki: (1) Tidur pagi, (2) Sedikit shalat, (3) Bermalas-malasan, (4) Sifat khianat. (Zad Al-Ma’ad, 4:378).

Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan kerja keras dalam sabdanya, “Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dari pada makanan yang ia makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud dahulu makan dari hasil kerja keras tangannya sendiri.” (HR. Bukhari no. 2072).

6. Berdoa kepada Allah

Malas dapat diobati dan disembuhkan dengan berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan salah satu doanya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّينِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan kesusahan, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan, aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan penindasan orang.” (HR. Bukhari no. 6369).

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu