Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mengenal Cemas dan Kecemasan dari Kaum Terdahulu

Iklan Landscape Smamda
Mengenal Cemas dan Kecemasan dari Kaum Terdahulu
Dapat dikatakan cemas dan kecemasan itu menjadi hantu yang mengganggu manusia. Jika dibiarkan terus menghantui manusia cemas dan kecemasan bisa menjadi penyakit hati yang berbahaya. (Muhsin MK/PWMU.CO).

Cemas dan kecemasan dalam diri manusia selalu muncul setiap melakukan aktivitas hidupnya. Di rumah cemas saat tak ada uang.

Keluar rumah cemas khawatir ada gangguan di jalan dan lain sebagainya. Memang cemas dan kecemasan menjadi bagian hidup dan kehidupan manusia. (QS. Al Ma’arij:19-20).

Dapat dikatakan cemas dan kecemasan itu menjadi hantu yang mengganggu manusia. Jika dibiarkan terus menghantui manusia cemas dan kecemasan bisa menjadi penyakit hati yang berbahaya.

Penyakit ini dapat semakin berat jika manusia menjadi stress dan depresi. (QS. Yusuf :84).

Beragam Sebab Kecemasan

Dalam sejarah Islam, orang-orang yang pernah mengalami rasa cemas dan kecemasan adalah Nabi Yakub alaihi sallam, pada saat anak yang dicintainya, Yusuf alaihi sallam dibawa pergi oleh saudara-saudaranya lain ibu.

Ini disebutkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

“Dia (Ya‘qub) berkata, “Sesungguhnya kepergi an kamu bersama dia (Yusuf) sangat menyedihkan ku dan aku khawatir serigala akan memangsanya, sedangkan kamu lengah darinya.” (QS. Yusuf: 13).).

Lalu ibunya Nabi Musa alaihi sallam juga pernah merasa cemas pada saat ia melahirkan anak laki-laki. (QS. Al Qasas:7).

Pada masa itu Firaun yang sedang berkuasa di Mesir akan melakukan pembunuhan terhadap anak laki-laki sekalipun baru dilahirkan. (QS. Baqarah:49, Al Araf:141, Ibrahim:6).

Nabi Musa alaihi sallam sendiri juga pernah merasa cemas pada saat dirinya dicari dan dikejar-kejar akan dibunuh oleh tentara Fir’aun. Setelah ia meninju seorang pengikut Fir’aun hingga mati. (QS. Al Qasas :15,18,21).

Ratu Balqis juga termasuk yang mengalami, dan merasa cemas dan kecemasan, setelah dia menerima dan membaca surat kiriman dari Nabi Sulaiman alaihi sallam.

Saat itu ia di depan para pembesar membacakan isi surat tersebut. Sesuai firman Allah Azza Wa Jalla.

“Dia (Balqis) berkata, “Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, niscaya mereka membinasakannya, dan menjadikan penduduknya yang mulia jadi hina; dan demikian pulalah yang akan mereka perbuat”. (QS. An Naml:34).

Demikian pula Bunda Maryam juga pernah mengalami perasaan cemas dan kecemasan pada saat dirinya dalam keadaan hamil.

Padahal dia belum pernah disentuh laki-laki. Dia adalah perawan suci, terpelihara dari berbagai perbuatan dosa. Ini disebut dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, ‘Aduhai, betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan, lagi dilupakan”. (QS. Maryam:23).

SMPM 5 Pucang SBY

Dari beberapa peristiwa yang terjadi di atas dapat disimpulkan, bahwa perasaan cemas dan kecemasan itu terjadi karena adanya faktor-faktor di bawah ini.

  1. Akibat dari perasaan sedih dan kesedihan yang mendalam.
  2. Rasa khawatir dan kekhawatiran terhadap apa yang akan terjadi.
  3. Rasa takut dan ketakutan yang juga berlebih- lebihan.
  4. Merasa sakit dan kesakitan yang sedemikian berat.
  5. Merasa memiliki dosa dan berdosa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Bahkan rasa cemas dan kecemasan itu dian taranya ada yang membuat seseorang stress berat dan depresi. Akibatnya diantara mereka berfikir dan berharap lebih baik mati.

Solusi Menghilangkan Kecemasan

Namun apa yang mereka hadapi itu semua, dalam Islam ada solusi dan jalan keluarnya yang dapat mengatasi dan menghilangkan penyakit yang mereka alami tersebut. Perasaan cemas dan kecemasan dapat dihilangkan dengan cara dan aktivitas sebagai berikut:

1. Beriman dan selalu ingat pada Allah
Dengan keimanan yang kuat dan ingat pada Allah Azza Wa Jalla sebanyak-banyaknya, baik dalam ibadah shalat dan dzikrullah, maka hati akan menjadi tenteram, sehingga tidak akan merasa cemas lagi. (QS. Ar- Ra’d:28).

2. Bertawakal kepada Allah
Dengan tawakal kepada Allah Azza Wa Jalla, maka mereka, selain akan mendapatkan kepuas an hati dan kecukupan materi dalam hidupnya. Juga rasa cemas dan kecemasan sebagai salah satu bentuk musibah yang menimpanya akan hilang dengan sendirinya. (QS. At Talaq:3, At Taubah:51).

3. Berikhtiar dengan serius
Untuk menghilangkan perasaan cemas dan kecemasan, seseorang harus berikhtiar secara sungguh-sungguh (serius) mengobatinya. Selain itu berikhtiar meminta bimbingan dan petunjuk dari Allah Azza Wa Jalla. (QS. Al Qasas :7,10-13).

4. Mengakui dosa dan kesalahan
Dalam usaha menghilangkan perasaan cemas dan kecemasan dalam diri seseorang yang mungkin karena memiliki dosa dan kesalah an, maka hendaklah dirinya secara terus terang mengakui kepada Allah Azza Wa Jalla.

Kemudian menyatakan berserah diri hanya kepada Nya. Sesuai firman-Nya:

“…Ia (Ratu Balqis) berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan seluruh alam.'” (QS. An-Naml: 44).

5. Taat pada Allah sepenuhnya
Taat pada petunjuk Azza Wa Jalla dengan sepenuhnya juga dapat mengendalikan rasa cemas dan kecemasan. Seperti yang dialami oleh Bunda Maryam saat hamil dan melahirkan Nabi Isa alaihi sallam. (QS. Maryam:12,23-26).

6. Berdoa kepada Allah
Dalam menghilangkan perasaan cemas dan kecemasan, termasuk penyakit stres dan depresi, juga dapat dilakukan dengan berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla. Sebagaimana doa di bawah ini.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kegelisahan/kecemasan (Al- Hamm) dan kesedihan yang mendalam/depresi (Al-Hazan)…” (HR. Bukhari).

Karena itu dalam menghadapi tiap masalah apapun di dunia ini, seorang muslim tidak perlu merasa cemas yang dapat menambah penyakit hati, stres dan depresi.

Maka perkuatlah keiman an, ketaatan, ikhtiar yang sungguh-sungguh, ingat selalu pada Allah Azza Wa Jalla, mengakui dosa diri sendiri, memperbanyak doa dan berserah diri hanya kepada-Nya.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 02/09/2026 01:09
SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu