Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Ratusan Jamaah Meriahkan Pengajian Ahad Pagi Perdana Masjid Al-Furqon Jetis 

Iklan Landscape Smamda
Ratusan Jamaah Meriahkan Pengajian Ahad Pagi Perdana Masjid Al-Furqon Jetis 
Ustadz Arfandi Ismail Harahap MPd saat menyampaikan tausiyah dalam Pengajian Umum Ahad Pagi perdana PCM Jetis Mojokerto di Masjid Al-Furqon Muhammadiyah, Minggu (21/06/2026). (Tri Febriandi Amrulloh/PWMU.CO).
pwmu.co -

Semangat memakmurkan masjid dan menguatkan jamaah tampak nyata dalam gelaran Pengajian Umum Ahad Pagi perdana oleh Takmir Masjid Al-Furqon Muhammadiyah Mlirip, Jetis, Mojokerto, Minggu (21/06/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut dihadiri lebih dari 100 jamaah dari berbagai kalangan.

Sejak pagi hari, jamaah mulai berdatangan memenuhi Masjid Al-Furqon yang berlokasi di Mlirip, Jetis, Mojokerto.

Tidak hanya warga sekitar, kegiatan ini juga diikuti simpatisan Muhammadiyah, tokoh masyarakat, kader persyarikatan, serta tenaga kesehatan dari RSI Hasanah Muhammadiyah yang turut mendukung jalannya acara.

Pengajian kali ini mengusung tema “Memakmurkan Masjid, Menguatkan Jamaah, dan Membangun Peradaban Umat”.

Hadirkan Alumni PUTM 

Lebih lanjut, agenda tersebut ini menjadi tonggak awal lahirnya agenda rutin Pengajian Ahad Pagi di Masjid Al Furqon di bawah lingkungan PCM Jetis yang direncanakan berlangsung setiap Ahad ketiga setiap bulan.

Bertindak sebagai pemateri, Ustadz Arfandi Ismail Harahap MPd, seorang alumni Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah (PUTM).

Pada kesempatan tersebut, ia mengajak jamaah untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. Menurutnya, masjid tidak cukup hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah mahdhah, tetapi juga harus hadir sebagai pusat dakwah, pendidikan, pemberdayaan sosial, dan penguatan ukhuwah.

Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa sejarah peradaban Islam menunjukkan keterkaitan yang erat antara kemajuan umat dengan kehidupan masjid.

Ketika masjid hidup dengan aktivitas keilmuan, pembinaan kader, pelayanan sosial, dan dakwah yang mencerahkan, masyarakat di sekitarnya akan merasakan manfaat yang luas.

“Masjid bukan hanya tempat shalat. Masjid adalah pusat peradaban. Dari masjid lahir ilmu, lahir kepemimpinan, lahir kepedulian sosial, dan lahir generasi yang membawa perubahan” ujarnya di hadapan jamaah.

Selain mendapatkan siraman ruhani, para peserta juga memperoleh layanan kesehatan gratis yang disediakan berkat kolaborasi dengan RSI Hasanah Muhammadiyah Mojokerto.

SMPM 5 Pucang SBY

Layanan tersebut meliputi pemeriksaan gula darah acak (GDA), skrining kesehatan mata, serta konsultasi gizi yang dilayani langsung oleh tenaga medis profesional.

Antusiasme jamaah terlihat cukup tinggi. Banyak peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksa kondisi kesehatan sekaligus berkonsultasi mengenai pola hidup sehat.

Kehadiran layanan kesehatan ini menjadi bentuk nyata sinergi dakwah dan pelayanan sosial yang selama ini menjadi ciri gerakan Muhammadiyah.

Sarapan Gratis hingga Santunan

Usai mengikuti pengajian, jamaah juga menikmati sarapan gratis yang telah disiapkan panitia. Momen tersebut tidak hanya menjadi sarana pelayanan kepada jamaah, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga dan kader Muhammadiyah yang hadir.

Kegiatan semakin bermakna dengan adanya penyaluran santunan dan bingkisan kepada lima anak yatim dan piatu yang tinggal di sekitar lingkungan masjid.

Penyerahan bantuan dilakukan di hadapan jamaah sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus implementasi ajaran Islam tentang pentingnya memperhatikan kelompok yang membutuhkan.

Ketua Takmir Masjid Al-Furqon Muhammadiyah Mlirip, Tri Febriandi Amrulloh MAg menjelaskan bahwa pengajian perdana tersebut merupakan bagian dari ikhtiar menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat aktivitas umat.

Menurutnya, memakmurkan masjid tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik. Tetapi juga harus diwujudkan dengan menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Pengajian Ahad Pagi ini insyaallah menjadi agenda rutin setiap Ahad ketiga. Kami ingin menghadirkan masjid yang hidup, ramai dengan aktivitas dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan penguatan jamaah” tuturnya.

Di balik suksesnya penyelenggaraan acara, terdapat kisah inspiratif yang disampaikan Tri kepada jamaah. Ia mengungkapkan bahwa saat menggagas kegiatan tersebut, kondisi kas masjid sangat terbatas. Bahkan saldo yang tersedia hanya sekitar Rp400 ribu.

Revisi Oleh:
  • Danar Trivasya Fikri - 21/06/2026 21:00
Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu