Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan, Drs. H. Muntholib Sukandar, mengajak kader Nasyiatul Aisyiyah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air sekaligus mempersiapkan diri menjadi kader bangsa yang berintegritas.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Musykerda) II dan Semarak Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Lamongan di Pantai Panduri, Tuban, Ahad (31/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Gerakan Perempuan Muda untuk Masa Depan Berkelanjutan” itu dihadiri kader Nasyiatul Aisyiyah dari berbagai wilayah di Kabupaten Lamongan.
Dalam sambutannya, Muntholib mengawali dengan mengajak seluruh peserta untuk mencintai Indonesia sebagai tanah air tempat lahir, berjuang, dan mengabdi.
“Kita harus mencintai Indonesia sebagai tanah air kita, bukan tanah air orang lain. Indonesia adalah tempat kita lahir, tempat kita berjuang, dan kelak tempat kita wafat. Karena itu setiap kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan harus dinyanyikan dengan penuh semangat,” ujarnya.
Ia kemudian menjelaskan makna penting lagu Sang Surya yang menjadi identitas Muhammadiyah. Menurutnya, Muhammadiyah hadir sebagai gerakan yang membimbing umat menuju keselamatan sosial maupun akhirat.
“Lagu kedua yang kita nyanyikan adalah Sang Surya, karena itulah organisasi kita yang membimbing dan membawa keselamatan sosial serta keselamatan akhirat,” katanya.
Muntholib juga mengingatkan bahwa kehidupan merupakan sebuah proses yang harus dijalani tahap demi tahap. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa manusia akan menjalani tingkatan demi tingkatan dalam kehidupannya.
“Setapak demi setapak kita menjalani proses kehidupan. Tidak ada kesuksesan yang instan. Dalam berorganisasi juga tidak ada sistem nepotisme keluarga untuk membangun organisasi. Kita dicetak karena pribadi kita, lingkungan kita, dan akhlak kita di Muhammadiyah,” tegasnya.
Menurutnya, kualitas kader tidak ditentukan oleh hubungan keluarga atau kedekatan tertentu, melainkan oleh karakter, kompetensi, dan kontribusi nyata yang diberikan kepada organisasi.
Pada kesempatan tersebut, ia mengaku bersyukur dapat bertemu langsung dengan kader-kader Nasyiatul Aisyiyah yang dinilainya memiliki peran penting dalam melanjutkan perjuangan Muhammadiyah.
“Saya bersyukur bisa bertemu dengan Nasyiatul Aisyiyah hari ini. Harapannya, semoga semuanya dapat menjadi kader bangsa yang baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Selain memberikan pesan ideologis dan kaderisasi, Muntholib juga mengapresiasi pilihan lokasi kegiatan yang berada di kawasan Pantai Panduri, Tuban.
“Saya mengapresiasi kegiatan ini yang dilaksanakan di tempat yang masyaallah luar biasa, di tepi pantai. Selain pemandangannya indah, tempat seperti ini juga mengajak kita merenungkan berbagai nikmat Allah, seperti cahaya matahari, lautan, dan alam semesta yang terbentang di hadapan kita,” ujarnya.
Usai menyampaikan sambutan, Muntholib Sukandar secara resmi membuka Musyawarah Kerja Daerah II dan Semarak Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah PDNA Lamongan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kaderisasi, ukhuwah, serta kontribusi perempuan muda Muhammadiyah dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.





0 Tanggapan
Empty Comments