Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Mendung, Badai, dan Jalan Hidup yang Tak Kita Tahu

Iklan Landscape Smamda
Mendung, Badai, dan Jalan Hidup yang Tak Kita Tahu
Ilustrasi: OpenAI

Saya tiba-tiba menemukan lagu itu lagi. Entah dari mana datangnya. Mungkin dari sebuah video lama. Mungkin dari algoritma yang sedang iseng. Atau mungkin memang saya yang sedang membutuhkan lagu itu. Judulnya Ironi.

Saya mengenalnya sebagai lagu lama. Lagu yang dinyanyikan dua saudara. Lydia Nursaid dan Imaniar Noorsaid. Penciptanya Dodo Zakaria dan James F. Sundah. Dirilis pada 1985. Sudah lebih dari empat puluh tahun.

Tetapi ketika liriknya kembali terdengar, saya seperti sedang mendengarkan lagu yang ditulis untuk hari ini.

“Mendung membayangi jalan kehidupan yang kulalui.”

Saya berhenti sejenak. Kok bisa? Lagu yang lahir ketika dunia belum mengenal internet seperti sekarang. Belum mengenal media sosial. Belum mengenal kecerdasan buatan. Tetapi tiba-tiba terasa begitu dekat.

Bukankah kita sedang hidup dalam suasana seperti itu?

Banyak yang berubah. Banyak yang tidak pasti. Teknologi berlari. Dunia bergerak cepat. Informasi datang tanpa jeda. Pekerjaan berubah. Ekonomi berubah. Politik berubah. Cuaca berubah. Cara manusia berhubungan juga berubah.

Tetapi kecemasan manusia ternyata tetap sama. Kita tetap bertanya tentang hari esok. Tetap takut kehilangan. Tetap cemas menghadapi perubahan. Tetap kecewa ketika kenyataan tidak sesuai dengan rencana. Dan tetap berharap sesuatu yang lebih baik akan datang.

Barangkali itulah sebabnya “Ironi” terasa hidup kembali. Bukan karena lagunya tidak pernah tua. Tetapi karena manusia selalu berhadapan dengan ketidakpastian.

SMPM 5 Pucang SBY

Zaman boleh berganti. Teknologi boleh berubah. Dunia boleh semakin canggih. Tetapi pertanyaan manusia tetap sama. Ke mana jalan ini akan membawa kita? Kita hidup dalam ketidakpastian

Coba lihat kehidupan hari ini. Semuanya bergerak cepat. Terlalu cepat. Belum selesai memahami satu perubahan, datang perubahan berikutnya.

Kecerdasan buatan, misalnya. Dulu ia terasa seperti cerita masa depan. Sekarang sudah masuk ke ruang kelas. Masuk ke kantor. Masuk ke ruang redaksi. Masuk ke dunia bisnis.

Pekerjaan yang selama ini dianggap aman mulai berubah. Sebagian pekerjaan hilang. Sebagian pekerjaan baru muncul. Manusia dipaksa belajar lagi. Beradaptasi lagi. Berkompetisi lagi.

Belum selesai dengan perubahan teknologi, kita berhadapan dengan ketidakpastian ekonomi. Harga kebutuhan berubah. Daya beli tertekan. Dunia usaha menghadapi persaingan yang semakin keras.

Anak-anak muda masuk ke dunia kerja yang berbeda dari dunia orang tuanya. Yang lebih rumit. Yang lebih cepat. Yang lebih tidak pasti. Di tempat lain, konflik masih terjadi. Ketegangan antarnegara belum selesai.

Krisis pangan dan energi terus menjadi perhatian. Perubahan iklim menghadirkan cuaca yang semakin sulit ditebak. Bencana datang tanpa selalu meminta izin. Gempa. Banjir. Longsor. Kekeringan. Kebakaran.

SD Kreatif

Baca Lainnya

Adv UMSURA

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu